Berita PilihanSigom Atjeh

Kasus Meninggal NAPI, LBH Harap Hakim Beri Putusan Adil

Ilustrasi/ Acehtraffic.com

Ilustrasi/ Acehtraffic.com

Aceh Barat – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh, mengharapkan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Meulaboh yang memeriksa dan mengadili perkara meninggalnya Ade Saswito, seorang warga binaan di Lapas Kelas IIB Meulaboh pada tahun 2014 yang lalu, dapat menjatuhkan putusan yang mencerminkan keadilan terhadap korban dan keberpihakan terhadap perlindungan keadilan publik.

Dalam siaran pers LBH Banda Aceh Pos Meulaboh tertanggal 6/7/2015, yang ditandatangani oleh Fela Angreni S.H menuliskan, sidang dengan agenda Putusan akan digelar pada hari Kamis, 9 Juli 2015 mendatang di Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh.

Sudah lebih setahun kasus ini terjadi, dan baru awal Januari 2015 sampai ke Pengadilan, dengan menjerat oknum KPLP sebagai Terdakwa. Perjalanan sidang kasus  ini juga terkesan alot dan lama, karena beberapa kali terjadi penundaan sidang dengan berbagai macam alasan, baik karena ketidakhadiran Terdakwa ataupun JPU umum berhalangan hadir.

Pada tahap penyidikan di bulan Februari 2014 yang lalu, Penyidik Polres Aceh Barat menetapkan dua oknum pejabat Lapas sebagai Tersangka dalam perkara ini, yakni Kamsiono selaku KPLP dan Muhammad Yasin sebagai Komandan Jaga LP Meulaboh, dengan dugaan keduanya ikut bertanggung jawab atas sakit dan meninggalnya Ade Saswito yang ditempatkan selama berbulan-bulan dalam di sel isolasi. Seharusnya sesuai dengan UU Pemasyarakatan, seseorang dapat ditempatkan di sel isolasi tersebut maksimal 6 hari.

Namun akhirnya hanya Kamsiono selaku KPLP saja yang dijadikan terdakwa, sedangkan M. Yasin walaupun sebelumnya berstatus sebagai tersangka tapi akhirnya hanya diperiksa sebagai saksi.

Terdakwa dijerat dengan dugaan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 421 KUHP tentang kejahatan dalam jabatan dengan ancaman hukuman selama 2 tahun 8 bulan. Namun, dalam tuntutannya, JPU hanya menuntut Terdakwa selama 1 tahun 6 bulan.

Untuk itu LBH Banda Aceh Pos Meulaboh berharap Pengadilan sebagai benteng terakhir untuk mendapatkan keadilan harus memberikan putusan yang mencerminkan rasa keadilan bagi publik dan memberikan kemanfaatan hukum bagi pencari keadilan, khususnya terhadap keluarga korban dengan menjatuhkan hukuman yang pantas dan setimpal kepada pelaku.

Dengan begitu putusan kasus ini dapat memberikan efek pembelajaran yang positif dalam proses penegakan hukum dan agar kasus yang menimpa Ade Saswito tidak lagi terjadi di kemudian hari. Selain itu, putusan perkara ini harus dijadikan sebagai moment pembenahan dan perbaikan secara kelembagaan di Lapas Kelas IIB Meulaboh dan Lapas ataupun Rutan lainnya di seluruh Aceh. (SP)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *