Berita PilihanSigom Atjeh

Mantan Sekda Aceh Tenggara Diduga Korupsi Pembangunan TMC

Ilustrasi/ kompasiana.com

Ilustrasi/ kompasiana.com

Banda Aceh – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  Aceh Judicial  Monitoring Intitute (AJMI) meminta polisi mengusut tuntas kasus pembangunan Tower Multi Channel (TMC) tahun 2002 di Aceh Tenggara yang  melibatkan mantan Sekda setempat Hasanuddin Darjo yang kini menjabat  sebagai kepala Dinas Pendidikan Aceh dengan kerugian negara diperkirakan mencapai 1,2 miliar rupiah.

Kepala divisi Monitoring  AJMI, Firdaus, dalam realesnya yang diterima Senin (6/7/2015), kasus tersebut  sudah lama dan sempat diusut tapi belum tuntas hingga hari ini, meski beberapa orang pernah diperiksa saat itu, tapi tersangka utama tak pernah disentuh.

“Hal ini sangat disayangkan dimana pelaku utama tak pernah  diperiksa, ini tidak bisa dibiarkan, kita desak aparat hukum segera bertindak dan memproses kasus itu  sehingga proses penegakan hukum di Aceh benar-benar dijalankan dengan baik,” kata dia.

Berdasarkan telusuran AJMI, keterlibatan Hasanuddin Darjo dalam kasus itu sebagai pengelola proyek pembangunan itu dan keuangannya juga dikelola Pihak sekda, sehingga ia disebut sebagai pelaku utama.

Dikatakan  Firdaus, tower Multi Channel itu awalnya dibangun agar di Aceh Tenggara itu bisa mendapatkan channel TV lebih banyak dari sebelumnya, tapi kemudian bangunan tersebut tidak berfungsi. Chanel TV di sana masih sama seperti saat tower itu belum dibangun.

“Setelah diusut ternyata dana pembangunan tower itu dimarkup diperkirakan sebesar 1.2 miliar,” kata Firdaus.

Disebutkan Firdaus, pihaknya akan menyerahkan semua dokumen yang berhubungan dengan kasus itu ke Polda Aceh dalam minggu ini.

“Semua datanya akan kita serahkan ke polisi dalam hal ini polda Aceh, dan kita harap dengan adanya dokumen itu kasus tersebut bisa segera ditindaklanjuti,” sebutnya.

Firdaus menambahkan, selain kasus pembangunan tower Multi Channel , ada sejumlah kasus lainnya yang melibatkan kepala Dinas Pendidikan Aceh itu saat ia menjabat sebagai Sekda Aceh Tenggara yaitu peminjaman uang di Baitul Mal tahun 2013 yang hingga saat ini belum dilunasi dan pinjaman dari Bank Aceh atas nama Sekda sebanyak 52 M yang hingga saat ini masih bermasalah.

“Jika seorang Kepala Dinas  Pendidikan Aceh adalah orang yang punya banyak kasus, bagaimana bisa pendidikan kita bisa lebih bermutu,” katanya. (SP)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *