Berita PilihanNasional

Setelah BPJS Ketenagakerjaan, Giliran Fahri Hamzah yang Diberi Buruh Petisi

FahriJakarta – Gerakan petisi yang dilakukan kalangan buruh sukses membuat revisi jaminan hari tua BPJS Ketenagakerjaan. Tapi kini kalangan buruh kembali bergerak dan yang menjadi sasaran Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Di laman change.org, Selasa (7/7/2015) sudah ada lebih dari 5 ribu orang yang meminta agar Fahri Hamzah meminta maaf atas ucapannya. Petisi ini dibuat oleh seseorang bernama Nur Hayati.

Dia menyoal ucapan Fahri di sebuah stasiun televisi yang membedakan buruh dan anggota DPR perihal urusan rapat.  Judul petisi itu ‘Fahri Hamzah, Tarik penyataan anda dan Minta maaf atas pernyataan anda tentang buruh pabrik yang hanya menerima upah’.

“Fahri Hamzah sebagai Wakil ketua DPR yang sangat menyingung ketika dia ditanya reporter televisi swasta tersebut kosongnya ruang sidang paripurna dan anggota DPR menghadiri sidang hanya dengan tanda tangan. Pernyataan Fahri Hamzah Teori kehadiran di parlemen berbeda  dengan di pabrik, Kehadiran di parlemen adalah voting right, hadir untuk mengambil keputusan, bukan seperti buruh pabrik yang hadir untuk menerima gaji,” tulis Nur Hayati.

“Bagi teman-teman buruh se-Indonesia dan yang peduli buruh, mari kita tuntut Fahri Hamzah untuk menarik penyataan dan minta maaf kepada buruh-buruh Indonesia yang sudah merendahkan pekerjaaan buruh,  yang seolah-olah buruh adalah pengemis, dan kita tanpa bekerja kita hanya datang  ke pabrik untuk menerima upah dari Pengusaha,” ajak Nur Hayati dalam petisinya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada respons dari Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah atas petisi ini.

Sumber: detik.com

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *