Berita PilihanSigom Atjeh

86 Anak Yatim Dapat Kacamata Gratis

Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin menyerahkan kacamata kepada anak yatim, Senin (13/7/2015)/ Foto: Ist

Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin menyerahkan kacamata kepada anak yatim, Senin (13/7/2015)/ Foto: Ist

Banda Aceh – Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa Aceh membagikan kacamata gratis bagi 86 anak yatim dan duafa usia sekolah. Program bertajuk “Anak Sekolah Sehat Baca Penerang Dunia” tersebut digelar di Aula Kantor Camat Lueng Bata, Senin (13/7/2015).

Direktur Layanan Kesehatan Cuma-cuma Dompet Dhuafa Aceh, Dr Nurjannah Santikawati, menyebutkan, pada 29 Juni lalu pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan mata/visus terhadap 101 anak, dan hasilnya 86 anak matanya bermasalah dan memerlukan bantuan kacamata.

“Selain dari Lueng Bata, ada juga anak yatim dari kecamatan lain dan bahkan dari Aceh Besar, kesemuanya binaan Dompet Dhuafa Aceh. Untuk seluruh Indonesia sendiri ada sekitar 350 kacamata yang dibagikan. Semoga dengan bantuan ini dapat lebih meningkatkan prestasi anak-anak kita,“ katanya.

Adapun sumber dana bantuan kacamata tersebut, lanjutnya, berasal dari Matahari Dept Store. “Untuk data penerimanya kita bekerjasama dengan pihak kecamatan. Pak Camat Lueng Bata juga meminjamkan tempat untuk acara kita hari ini.”

Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Banda Aceh Drs H Zainal Arifin bersama Kadinkes dr Media Yulizar MPH, Direktur LKC Dompet Dhuafa Nurjannah dan Camat Lueng Bata Iqbal Rokan SSTP, didaulat oleh panitia untuk menyerahkan kacamata secara simbolis kepada lima anak yatim.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Zainal Arifin menyampaikan apresiasi kepada LKC Dompet Dhuafa Aceh yang telah berinisiatif melaksanakan kegiatan ini. “Kami berharap pembagian kacamata ini akan semakin memberikan semangat belajar kepada anak-anak kita, penerus bangsa dan agama di kota ini.”

Ia juga berharapa ke depan akan semakin banyak para donatur yang peduli terhadap anak yatim dan fakir miskin. “Kepedulian tersebut akan semakin memberikan warna tersendiri bagi anak-anak kita, untuk senantiasa belajar menggapai cita-cita,” katanya.

Kelompok yang diberikan rezeki yang lebih, katanya lagi, memiliki tanggung jawab untuk membantu kelompok lain yang kekurangan secara Islambaik melalui zakat, infaq, maupun sedekah. “Sehingga keseimbangan kehidupan sosial akan tercapai serta akan menghapus rasa iri dan dengki yang mungkin timbul dari kelompok yang kurang mampu.”

“Kepada warga kota Banda Aceh, terutama para donatur dan penyantun anak yatim, semoga terus bersinergi dalam membangun kota ini menjadilebih baik lagi di masa mendatang, guna mewujudkan Banda Aceh sebagai Kota Madani,” pungkas Zainal. (Jun)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *