Berita PilihanSigom Atjeh

Soal Sengketa Tapal Batas Gampong, Pemkab Aceh Barat Dituding Tidak Punya Itikad Baik

Ilustrasi/Rohilonline.com

Ilustrasi/Rohilonline.com

Aceh Barat – YLBHI-LBH Banda Aceh Pos Meulaboh mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Barat secepatnya menyelesaikan sengketa tapal batas antara Gampong Geumpa Raya dan Gampong Padang Jawa di Kecamatan Woyla.

Dalam siaran pers diterima AtjehLINK,Selasa (14/7/2015), sengketa tapal batas dua gampong tersebut berakhir dengan pengrusakan kantor geuchik Gampong Padang Jawa oleh 50 warga Gampong Geumpa Raya pada Jumat, 10 Juli 2015 yang berdiri di atas tapal yang bersengketa.

Saat ini ke 50 tersangka pengrusakan ditangkap pihak Kepolisian dari Polres Aceh Barat dengan dugaan melakukan tindak pidana pengrusakan secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 5 tahun 6 bulan.

Hasil pemeriksaan sementara, 46 warga  berstatus yang semula Saksi telah ditetapkan sebagai Tersangka dan kini dalam tahanan Polres Aceh Barat.

Sebelumnya, Senin (12 Juli 2015) pertemuan untuk menyelesaikan sengketa ini telah dilakukan di Kantor Bupati Aceh Barat, namun tidak ada kata kesepakatan. Direncanakan akan disambung pada sore harinya, malah Pemkab Aceh Barat membatalkan tanpa alasan yang jelas.

“Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Barat tidak memiliki komitmen dan keseriusan serta political will yang baik terkait masalah ini,” tulis Chandra Darusman.

Sejak tahun 2012 yang lalu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyatakan bahwa Tim Penetapan dan Penegasan Batas Daerah (PPBD) akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan guna percepatan penyelesaian permasalahan ini. Namun, hingga saat ini tidak ada satupun perkembangan yang menunjukkan bahwa permasalahan yang ada telah diselesaikan dengan baik. (SP)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *