Berita PilihanNasional

Ada Temuan BPK, KPU Tegaskan Tahapan Pilkada Tak Bisa Mundur

TRIBUNNEWS/HERUDIN Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ferry Kurnia Rizkiansyah saat Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Presiden Dan Wakil Presiden Tahun 2014, di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat (13/6/2014). Dalam rapat tersebut ditampilkan jumlah total DPT pilres seluruh Indonesia sebanyak 190.290.936/ Tribunnews/ Herudin

TRIBUNNEWS/HERUDIN Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ferry Kurnia Rizkiansyah saat Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Presiden Dan Wakil Presiden Tahun 2014, di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat (13/6/2014). Dalam rapat tersebut ditampilkan jumlah total DPT pilres seluruh Indonesia sebanyak 190.290.936/ Tribunnews/ Herudin

Jakarta – Anggota Komisi Pemilihan Umum Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengapresiasi terobosan Badan Pemeriksa Keuangan dalam mengawal proses pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak. Namun, ia menegaskan, pelaksanaan pilkada serentak tidak dapat diubah meski BPK memberikan sejumlah catatan.

“Terkait pelaksanaan pilkada, bisa dipahami bahwa pilkada ini merupakan amanah UU. Jadi semua pihak perlu mengawal proses ini,” kata Ferry dalam pesan singkat yang diterima awak media, Senin (13/7/2015).

Sebelumnya, BPK memberikan 10 catatan terkait pelaksanaan pilkada serentak yang akan digelar pada 9 Desember 2015 mendatang. Ke-10 catatan tersebut disampaikan anggota BPK, Agung Firman Sampurna, saat bertemu pimpinan DPR, siang ini.

Ferry menambahkan, saat ini tahapan pilkada terus berlangsung sesuai dengan jadwal dan program yang telah disusun. Meski demikian, ia tak menampik bahwa tahapan pilkada perlu pengawalan oleh semua sumber daya yang ada agar tahapan berjalan optimal.

“Tentunya, temuan-temuan ini menjadi perbaikan dalam proses pelaksanaan pilkada yang lebih baik, terutama dalam pengelolaan SDM dan pengelolaan keuangan pilkada,” ujarnya.

(Kompas.com)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *