Berita PilihanSigom Atjeh

Anggota DPRA Desak Gubernur Tingkatkan Status RSUD Meulaboh

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien, Meulaboh/ diliputnews.com

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien, Meulaboh/ diliputnews.com

Banda Aceh – Anggota komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zaenal Abidin meminta gubernur Aceh Zaini Abdullah untuk secepatnya menaikkan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Aceh Barat dari Type C menjadi rumah sakit Type B.

Zaenal mengatakan sebagai salah satu rumah sakit yang telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan di wilayah barat Aceh, RSUD Cut Nyak Dhien sudah layak dinaikkan statusnya.

“Apalagi pihak rumah sakit  juga telah mengajukan permohonan kepada gubernur Aceh pada 25 Mei 2015 silam terkait dengan permohonan penetapan BLUD RSUD Cut Nyak Dhien menjadi rumah sakit tipe B,” kata politisi PKS ini pada Senin (20/7/2015).

Menurut Zaenal, peningkatan status berdampak positif bagi rumah sakit, karena ada banyak program-program dari kementrian kesehatan yang mensyaratkan rumah sakit harus type B, selain itu klaim jasa medis dari BPJS juga akan meningkat.

“Jadi bedasarkan peraturan gubernur Aceh nomor 9 tahun 2015 tentang pedoman penetapan dan pelaksanaan rumah sakit rujukan regional di Aceh tertanggal 17 April 2015 Pada bab IV pasal 5 huruf D menyatakan bahwa rumah sakit regional barat adalah rumah sakit umum  daerah Cut Nyak Dhien Meulaboh Aceh Barat yang mencakup kabupaten Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya dan Abdya,”ujar Zaenal.

Namun kata Zaenal, meskipun telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan, status rumah sakit Cut Nyak Dhien saat ini masih tipe C, atau setara dengan rumah sakit lainnya di wilayah barat  yang meliputi kabupaten Nagan Raya, Aceh Jaya dan Abdya.

“Seharusnya dengan ditetapkannya sebagai rumah sakit rujukan di wilayah barat maka diiringi juga dengan kenaikan statusnya,”ujarnya.

Sementara ini, untuk mendukung peningkatan status rumah sakit Cut Nyak Dhien telah memiliki 23 dokter spesialis, 25 dokter umum, 2 orang dokter gigi, serta 615 petugas kesehatan.

Selain itu menurutnya, rumah sakit Cut Nyak Dhien juga sudah menjadi rumah sakit pendidikan dari kerjasama dengan  Fakultas Kedokteran Unsyiah , Fakultas Kedokteran USU dan Fakultas Kedokteran Unaya.

“RUSD CND Juga menjalin kerjasama dengan prodi keperawatan, kebidanan dan gizi baik yang ada di Aceh Barat maupun dengan yang ada di daerah lain,”lanjutnya.

Sementara itu terkait dengan fasilitas, saat ini rumah sakit tersebut telah memiliki delapan alat pencuci darah dan juga memiliki bangsal zaitun yang khusus untuk menampung pasien sakit jiwa.

Sementara itu terkait dengan masih adanya persyaratan yang belum dipenuhi oleh pihak rumah sakit, hal itu bisa segera diselesaikan jika pemerintah Aceh serius membantu.

“Oleh karena itu sekali lagi kita berharap kepada gubernur agar segera menetapkan status RS Cut Nyak Dhien menjad type B guna meningkatkan pelayanan kesehatan diempat kabupaten pantai barat Aceh itu,”pungkasnya. (SP)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *