Berita PilihanInternasional

71 Tahun Lalu, Hitler Lolos dari Upaya Pembunuhan

Ruang rapat di markas besar Hitler yang disebut Wolf's Lair di Rastenburg, Prusia hancur lebur akibat bom yang diletakkan Letkol Claus von Stauffenberg untuk membunuh pemimpin Nazi itu. Akibat ledakan bom itu empat orang tewas namun Hitler lolos dari maut/ Bundesarchiv Bild/Wikipedia,

Ruang rapat di markas besar Hitler yang disebut Wolf’s Lair di Rastenburg, Prusia hancur lebur akibat bom yang diletakkan Letkol Claus von Stauffenberg untuk membunuh pemimpin Nazi itu. Akibat ledakan bom itu empat orang tewas namun Hitler lolos dari maut/ Bundesarchiv Bild/Wikipedia,

Berlin – 20 Juli 1944, merupakan salah satu hari yang akan terus tercatat dalam sejarah Jerman. Tepat 71 tahun lalu, sejumlahh perwira angkatan darat Jerman, mencoba melakukan pembunuhan terhadap pemimpin Nazi, Adolf Hitler.

Pelaksana percobaan pembunuhan Hitler itu adalah Letnan Kolonel Claus von Stauffenberg yang sudah setidaknya empat kali merancang upaya pembunhuan terhadap Hitler.

Menurut rencana pembunuhan yang dinamai Operasi Valkyrie itu, Stauffenberg akan membunuh sang Fuhrer di markasnya yang disebut Sarang Serigala di Rastenburg, Prusia Timur, dengan menggunakan bom.

Tujuan upaya pembunuhan itu adalah untuk mengambil alih kendali politik Jerman yang mulai tersudut di berbagai medan perang Eropa dari tangan Partai Nazi pimpinan Hitler.

Selanjutnya, setelah Hitler disingkirkan, para penguasa baru Jerman kemudian akan melakukan negosiasi perdamaian dengan Sekutu, sekaligus menunjukkan bahwa tak semua warga Jerman sepaham dengan Hitler dan Nazi.

Satu-satunya saksi mata kejadian tersebut dan kini masih hidup adalah Kurt Salterberg (92) yang pada saat itu bertugas menjadi penjaga di markas besar Hitler. Di hari percobaan pembunuhan, Kurt berdiri di luar ruang rapat tempat Hitler berkumpul dengan sejumlah petinggi Nazi membahas jalannya perang.

“Stauffenberg datang melewati pos jaga saya bersama Marsekal (Wilhelm) Keitel. Kami mendapat perintah untuk tidak memeriksa siapapun yang datang bersama Keitel,” kenang Kurt.

Akibat tak diperiksa penjaga, Stauffenberg bisa masuk ke dalam ruang rapat dan menaruh koper berisi bahan peledak di bawah meja tempat Hitler dan para petinggi Nazi lainnya tengah membahas perkembangan perang.

Tak lama kemudian Stauffenberg keluar dari ruangan itu dan ledakan dahsyat terjadi. Kurt Salterberg, saat ledakan terjadi, berdiri pada jarak sekitar 30 meter dari ruangan tersebut.

“Satu orang terlempar ke luar ruangan melewati jendela. Suasananya sangat kacau dan semua orang mencari Fuhrer,” kata Kurt.

Ledakan itu menewaskan empat orang yang berada dalam ruang rapat itu. Sekitar 10 menit setelah ledakan terjadi Hitler muncul dengan darah di lengan dan wajahnya namun dia selamat.

Upaya pembunuhan yang gagal ini kemudian berbuntut panjang. Hitler kemudian memerintahkan penangkapan sekitar 7.000 orang yang diduga terlibat dalam konspirasi itu. Dari seluruh tersangka yang ditangkap sebanyak 4.980 orang dieksekusi, termasuk Stauffenberg yang ditembak mati pada 21 Juli 1944.

Sejumlah perwira tinggi yang terlibat atau mengetahui plot yang gagal ini antara lain Jenderal Ludwig Beck, Field Marshal Erwin von Witzleben hingga Field Marshal Erwin Rommel.

(www.kompas.com)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *