Headline NewsSigom Atjeh

Begini Cara Din Minimi Palsu Memeras Uang Haji Lem

Fauzisyah alias Pak Cek, tersangka pemerasan haji Lem dengan menggunakan modus Din Minimi. Foto: Mus

Fauzisyah alias Pak Cek, tersangka pemerasan haji Lem dengan menggunakan modus Din Minimi. Foto: Mus

Aceh Timur – Fz (35) alias Pak Cek ,yang mengaku dirinya Din Minimi, saat melakukan pemerasan terhadap seorang pengusaha bernama Muslem dan ditangkap pada hari Rabu (22/07/2015) kemarin oleh Polres Aceh Timur, akhirnya buka suara kepada publik, terkait cara menjalankan aksi pemerasan dan mengancam korban, guna memuluskan aksi pemerasan sejumlah uang milik korban.

Kepada sejumlah wartawan, dalam konferensi pers yang digelar Polres Aceh Timur, Kamis (23/07/2015) di Mapolres setempa, Fz mengakui aksinya itu dilakukan karena alasan desakan ekonomi.

“Saya melakukan ini karena desakan ekonomi,” ungkap Fz. Ia menambahkan, aksi memeras korban tersebut telah direncanakan sejak pertengahan bulan puasa lalu. Diceritakan Fz, untuk memuluskan rencana jahat itu, dirinya sengaja menggunakan nama Din Minimi, guna menakuti korban yang bernama Muslem atau biasa disapa haji Lem, seorang pengusaha di Idi Rayeuk.

Menurut pengakuannya, perbuatan tersebut ia lakukan semata-mata karena desakan ekonomi, apalagi banyak kebutuhan yang harus dipenuhi menjelang hari raya Idul Fitri.

Sedangkan Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman, SH, Sik, MH yang didampingi Kabag Ops Kompol Warosidi SH dan Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruhu SH mengatakan, dari pengakuan tersangka kepada penyidik, diketahui pelaku menjalankan kejahatan dengan modus  mengaku sebagai Din Minimi, mantan kombatan GAM yang sedang diburu polisi karena kembali angkat senjata untuk menentang Pemerintah Aceh.

Dijelaskan Kapolres, untuk memeras korban, pelaku melempar satu paket bungkusan ke halaman rumah korban. Paket itu berisi potongan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM), dokumen silsilah Wali Nanggroe. Selain itu, pelaku juga menyisipkan selembar surat yang isinya meminta korban, agar bertanggung jawab karena tertangkapnya anggota Din Minimi oleh polisi beberapa waktu lalu.

Dalam surat itu, sambung Kapolres, pelaku meminta korban agar menyediakan uang sebesar Rp 4oo juta. “Tersangka juga menulis nomor handphonenya dalam surat itu. Korban diminta menghubungi tersangka melalui nomor handphone dimaksud,” terang Kapolres.

Beberapa hari kemudian, terang Kapolres, korban lantas menelpon tersangka Fz. Dalam pembicaran via handphone tersebut, Fz mendesak korban agar segera menyerahkan uang sebesar Rp 400 juta kepada dirinya. Tersangka mengaku uang itu akan dipergunakan untuk mengobati anggota kelompok Din Minimi, yang tertembak saat disergap oleh TNI beberapa waktu lalu di kawasan Tangse, Pidie.

Dalam pembicaraan itu, pelaku juga mengancam akan mengebom rumah korban apabila peristiwa itu dilaporkan ke polisi. Namun, lanjut Kapolres, korban menyatakan tidak mampu menyanggupi permintaan pelaku. Lantas terjadi tawar menawar. Akhirnya, korban hanya menyanggupi uang sebesar Rp 55 juta dan diterima oleh pelaku.

Setelah itu, imbuh Kapolres, pelaku mengirimkan via SMS nomor rekening salah satu bank dan meminta korban untuk mengirimkan uang ke rekening dimaksud. Menurut pengakuan tersangka kepada penyidik, sebut Kapolres lagi, setelah korban mentransfer uang ke  rekening bank yang diminta, tersangka lantas mengambil uang dari bank sebesar Rp 26 juta dan tersisa di rekeningnya Rp 29 juta.

“Dengan uang itu pelaku membeli satu unit sepeda motor jenis Honda Beat. Selain itu pelaku juga membeli cincin dan sejumlah kebutuhan lebaran. Sedangkan sisanya Rp 29 juta masih tersimpan di rekening bank itu,” urai Kapolres.

Sebelumnya, pada Rabu kemarin, polisi berhasil meringkus  Fz, warga Dusun Tumpok Teungoh, Gampong Blang Geulumpang, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Selain menangkap tersangka Fz di rumahnya, polisi juga menyita uang sebesar Rp 1.600.000, satu unit sepeda motor dan cincin seberat 3,3 gram yang dibeli tersanka dengan uang hasil memeras haji Lem. (Mus)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *