Berita PilihanHeadline NewsSigom Atjeh

Hafidz juga Butuh Perhatian Pemko Banda Aceh

Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal SE foto bersama dengan peserta usai pembukaan MTQ tingkat anak-anak se-Kecamatan Banda Raya dan Jaya Baru, di halaman Masjid Gampong Mibo, Banda Raya, Sabtu (4/7/2015)/ Foto:Ist

Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal SE foto bersama dengan peserta usai pembukaan MTQ tingkat anak-anak se-Kecamatan Banda Raya dan Jaya Baru, di halaman Masjid Gampong Mibo, Banda Raya, Sabtu (4/7/2015)/ Foto:Ist

Banda Aceh – Perhatian Pemerintah Kota Banda Aceh selaku penggagas Kota Madani, kepada para Hafidz (penghafal Al-Qur’an-red) dinilai masih minim. Bahkan, pihak Pemko terkesan lebih memperhatikan para atlit berprestasi semata.

Penyataan tersebut lontarkan oleh salah seorang Hafidz Kota Banda Aceh yang enggan disebutkan  namanya, (Kamis, 24/7/2015).

“Ada Hafidz yang telah mengharumkam nama Kota Banda Aceh, baik di tingkat provinsi maupun tingkat nasional namun mereka kurang mendapatkan perhatian dari Pemko.”

Hafidz tersebut menambahkan, selama ini banyak atlit berprestasi yang juga mengharumkan nama Kota Banda Aceh di tingkat provinsi maupun nasional, dan mereka mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah.

“Dalam bidang agama seperti kurang mendapatkan perhatian, seolah dianaktirikan.”

Hafidz berpendapat, Banda Aceh sebagai model Kota Madani harus senantiasa menerapkan Syariat Islam sebagai landasan dan target pembangunan. Namun di sisi lain, masalah kegaamaan seolah luput dari perhatian.

“Saya berharap, perhatian Pemko Banda Aceh kepada para Hafidz berprestasi juga disamakan dengan para atlit berprestasi. Sama seperti para atlit, Hafidz juga memiliki bakat dan kemampuan yang harus terus ditularkan kepada generasi selanjutnya. Denghan adanya dukungan dari Pemerintah, maka hal tersebut akan lebih tumbuh dan mengakar.” (Ndar)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *