Berita PilihanSigom Atjeh

Waspadai Imbas Tolikora, Jajaran Kodim Jalin Silaturrahmi Antar Warga

Acara Silaturrahmi Kodim  0111/Bireuen, Kamis (23/7/2015)/Foto:Ist

Acara Silaturrahmi Kodim 0111/Bireuen, Kamis (23/7/2015)/Foto:Ist

Aceh – Dalam upaya menjalin silaturrahmi lintas agama dan menghambat imbas dari kasus Tolikora, Irian Jaya, sejumlah Kodim di Aceh melakukan pertemuan dengan seluruh tokoh lintas agama dalam teritorial. Adapun dimaksud adalah Kodim 0113/Gayo Luwes, Kodim 0115/Simeulue, 0111/Bireuen, 0103 Aceh Utara, Kodim 0108/Aceh Tenggara, 0101 Aceh Besar, Kodim 0110/Aceh Barat Daya, , Kodim 0505/Aceh Barat.

Dalam kegiatan dimaksud umumnya para Komadan Kodim (Dandim) menekankan pada pererat tali silaturrahmi antar sesama umat beragama dan untuk tidak terprovokasi dengan isu yang memecahbelah persatuan yang selama ini sudah terjjalin dengan baik.

Seperti Dandim 0113/Gayo Luwes Letkol Inf Richard Harison, Kamis (23/7/2015), mengingatkan bahwa banyak pihak asing yang menginginkan pepecahan Negara ini dengan cara mengadu domba kita melalui pertentangan agama, suku, adat istiadat serta tidak terkecuali dengan meracuni bangsa kita dengan Narkoba.”Oleh karena itu kita patut waspada dan antisipasi,” tegasnya.

Dandim 0115/Simeulue Letkol Kav Muhammad Syarifudin SE,Kamis (23/7/2015),di Aula Makodim Simeulue meminta masyarakat tetap mengedepankan silaturrahmi dan toleransi. Hal tersebut adalah pengikat kebersamaan yang selama ini telah terjaga dengan baik.

Dandim 0111/Bireuen Letkol Inf Shofanudin, ,Kamis (23/7/2015), berharap insiden seperti di Tolikora tidak merembet ke Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen. Apalagi insiden tersebut menurutnya terkait SARA, “tentu akan merugikan masyarakat Bireuen sendiri”, jelasnya.

“Kita semua selalu memohon semoga Allah SWT, senantiasa memberikan rahmat, hidayah dan petunjuk serta bimbingan-Nya kepada kita sekalian dalam mejalankan aktifitas keagamaan sesuai dengan keyakinan masing–masing,”harapnya.

Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Inf Iwan Rusandyant, Kamis (23/07/15) menyampaikan, insiden di Tolikara harus disikapi dengan cerdas, bijak, arif dan mengedepankan kekeluargaan.

“Kita sudah bangun silaturahmi bersama dan melaksanakan komunikasi langsung, preventif, proaktif serta pencegahan, kita ingatkan jangan terpancing,” begitu katanya.

Menurutnya Tolikara ibarat petasan sumbu panjang dinyalakan, pada akhirnya meledak. “Sebab itu kita semua harus bertanggung jawab untuk padamkan sumbu api itu,” tegas Dandim.

Ditambahkan Dandim 0108/Aceh Letkol Yudiono, Negara Indonesia merupakan negara yang aneka adat, agama, budaya dan segi sosial lainnya, namun dengan Pancasila sebagai ideologi negara dapat menjadi simbol pemersatu bangsa yang di semboyankan oleh Bhineka Tunggal Ika.

“Setiap warga negara Indonesia berhak dan bebas memilih agama sesuai keyakinan masing-masing. Oleh karena itu, kerukunan umat beragama  di kabupaten Aceh Tenggara harus dapat tercipta untuk mencegah terjadinya gesekan-gesekan sosial antar masyarakat, sehingga tidak akan timbul adanya korban jiwa, “ujarnya.

Seperti beritakan sebelumnya, untuk tingkat provinsi, Panglima Kodam Iskandar Muda Majyen TNI Agus Kriswanto juga melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh agama, unsur Pemerintahan Aceh serta elemen masyarakat lain. (SP)

 

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *