Berita PilihanHeadline NewsSigom Atjeh

Gubernur: Terima Kasih atas Dukungannya Pada Pendidikan Aceh

Sekda-KRCS

Sekda Aceh, Drs Dermawan MM bersama Bupati Aceh Besar, Mukhlis Basyah S Sos, Ketua Bulan Sabit Merah Kuwait, DR Hilal Musaid Al Sayer dan Perwakilan Kedutaan Besar Kuwait untuk Indonesia, Naseer Al Khalidi, saat melakukan pemotongan pita pada acara serah terima Gedung SMK N 1 Al-Mubarkeya, Sabtu, (25/7). AtjehLINK|Humas Aceh

Aceh Besar – Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Pemerintah Kuwait dan Bulan Sabit Merah Kuwait (Kuwait Red Cresent Society-KRCS) serta ide Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam membangun dan mengembangkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Al Mubarkeya.

Hal tersebut disampaikan oleh Pria yang akrab disapa Doto itu, dalam sambutan singkatnya yang dibacakan oleh Sekda Aceh, Drs Dermawan MM, pada acara Serah Terima Gedung SMK Al Mubarkeya dan Auditorium, dari Bulan Sabit Merah Kuwait kepada Pemerintah Aceh Besar, (Sabtu, 25/7/2015).

“Secara khusus, kami atas nama Pemerintah Aceh mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kuwait dan Bulan Sabit Merah Kuwait atas bantuan ini. Mudah-mudahan SMK ini bisa menjadi sarana bagi kami dalam mendidik generasi muda Aceh agar terampil dalam berbagai bidang,” ujar Gubernur.

Sebagai sekolah menengah kejuruan, SMK N 1 Al Mubarkeya diharapkan dapat mengarahkan para siswa menjadi tenaga terampil. “Mudah-mudahan keberadaan SMK Al Mubarkeya menjadi salah satu jawaban dalam mengatasi kebutuhan tenaga trampil di daerah kita ini,” harap Doto.

Gubernur menambahkan, dalam program pendidikan yang telah dirancang Pemerintah Aceh, pengembangan sekolah kejuruan atau vokasional merupakan salah satu yang akan diperkuat, mengingat pendidikan vokasional  mampu  melahirkan generasi produktif, kreatif dan inovatif.

Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia, jumlah sekolah vokasional di Aceh memang masih sedikit. Oleh sebab itu, sekolah menengah kejuruan akan terus dikembangkan guna menjawab tantangan bagi kebutuhan dunia kerja di Aceh.

Gampong Kuwait di Aceh Besar

Kegiatan serah terima gedung SMK Negeri Al Mubarkeya dihadiri langsung oleh DR Hilal Musaid Al Sayer, selaku Ketua Bulan Sabit Merah Kuwait, didampingi Perwakilan Kedutaan Besar Kuwait untuk Indonesia, Naseer Al  Khalidi.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga sempat bernostalgia dan menyampaikan beberapa program yang telah dijalankan oleh Pemerintah Kuwait maupun KRCS, pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pasca tsunami.

“Kami masih ingat, di Gampong Kayee Lee, Kecamatan Ingin Jaya ini, Bulan Sabit Merah Kuwait  membangun 150 unit rumah untuk para korban bencana. Kawasan perumahan itu kini dinamakan Gampong  Shaikh Jaber Al Ahmed Al  Sabah, sebagai penghormatan kepada Amir Kuwait terdahulu,” jelas Gubernur.

Untuk diketahui bersama, pada tahun 2009, saat lembaga donor banyak yang meninggalkan Aceh setelah menyelesaikan bantuannya, Bulan Sabit Merah Kuwait tetap membantu Aceh.

Gubernur berharap, hubungan baik yang telah terjalin selama ini dapat lebih ditingkatkan, sehingga upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aceh berjalan dengan baik, terutama melalui  jalur pendidikan.

Lima Langkah Pengembangan Sekolah

Untuk diketahui bersama, pada tahap awal perencanaannya, sekolah ini akan dibangun sebagai sarana pendidikan umum. Namun, atas kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, akhirnya sekolah ini dikembangkan menjadi Sekolah Menengah Kejuruan.

Sebagai sekolah kejuruan, sistem pendidikan di SMK Negeri Al Mubarkeya tentu berbeda dengan sekolah umum. Karenanya Gubernur menyampaikan beberapa hal harus diperhatikan dalam pengembangan sekolah ini di masa depan, yaitu:

  1. Guru-guru yang mengajar harus merupakan tenaga pendidik yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu, serta mampu mentrasformasikan pengetahuannya dengan baik kepada siswa.
  2. Pengadaan laboratorium atau ruang Workshop harus mendapat perhatian, mengingat kurikulum sekolah ini lebih menekankan pada praktek. Dengan keberadaan loboratorium, anak didik akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan situasi lapangan kerja.
  3. Pihak manajemen sekolah dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar harus bisa mempromosikan sekolah ini ke berbagai perusahaan dan dunia kerja, sehingga networking terjalin dengan baik. Anak didik juga bisa menjalani praktik lapangan di berbagai perusahaan yang ada di Aceh.
  4. Kerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi vokasional juga perlu diperkuat, sehingga kalau alumni SMK ini ingin melanjutkan pendidikannya, mereka tahu lembaga pendidikan yang tepat untuk mempertajam ketrampilan mereka.
  5. Kualitas belajar mengajar harus diperhatikan, sehingga anak-anak kita yang didik di sekolah ini tidak hanya terampil dalam bidang khusus, tapi memiliki semangat, mental dan disiplin kerja yang baik. Jika semua ini bisa kita terapkan, Insya Allah dalam waktu singkat, SMK Negeri 1 Al Mubarkeya akan menjadi salah satu SMK favorit di Aceh.

“Selamat kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang telah mendapat hak sebagai pengelola lembaga pendidikan ini. Mudah-mudahan SMK Negeri 1 Al Mubarkeya menjadi salah satu solusi dalam menciptakan tenaga kerja produktif dan terampil di Aceh,” pungkas Gubernur.

Mukhlis Basyah: Peminat SMK Al Mubarkeya Membludak

Sementara itu, Bupati Aceh Besar, Mukhlis Basyah S Sos, saat ditemui usai acara serah terima SMK Negeri 1 Al Mubarkeya menjelaskan, antusiasme orang tua murid dan para calon murid untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah tersebut sangat tinggi.

“Banyangkan saja, sekolah ini hanya mampu menampung sekitar 200 siswa baru, namun para pendaftar mencapai angka 400 orang lebih.kita tentu sangat menyambut baik antusiasme tersebut, namun karena banyaknya calon siswa yang ingin bersekolah disini, maka mekanisme seleksi harus kita terapkan,” ujar Mukhlis Basyah.

Pria yang akrab disapa Adun Mukhlis ini juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kuwait dan Bulan Sabit Merah Kuwait atas sumbangsih negara kaya minyak tersebut kepada dunia pendidikan Aceh Besar.

“Semoga sekolah ini akan memberikan semangat baru bagi pembangunan pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Aceh Besar,” harap Adun Mukhlis.

Sementara itu, dalam sambutan singkatnya, Adun Mukhlis menjelaskan, secara umum Aceh Besar memiliki 209 unit Sekolah Dasar (SD), 67 unit Sekolah Menengah Pertama (SMP), 40 unit Sekolah Menengah Atas (SMA), dan tujuh unit Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), termasuk SMK Al Mubarkeya yang diserahterimakan hari ini.

“Pemkab Aceh Besar akan selalu memberikan dukungan dukungan demi berkembangnya SMK Al Mubarkeya ini, seperti menganggarkan biaya untuk pembebasan lahan, perluasan sekolah serta penambahan fasilitas penunjang lainnya,” pungkas Mukhlis Basyah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRK Aceh Besar, unsur Forkorpimda Aceh Besar, serta sejumlah tokoh pendidikan dan tokoh masyarakat Aceh Besar. (Arunda)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *