Berita PilihanHeadline NewsSeni Budaya

Peringati 100 Tahun Museum Aceh, PDIA Pamerkan Koleksi Langka

Museum AcehBanda Aceh – Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh akan memamerkan koleksi langka berupa dokumen-dokumen bersejarah pada acara peringatan 100 tahun Museum Aceh. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh ini akan berlangsung selama enam hari (30 Juli-4 Agustus 2015) dan dipusatkan di Museum Aceh, (Rabu, 29/7/2015).

Direktur PDIA Dra Zunaimar menjelaskan, dalam kegiatan ini PDIA memamerkan koleksi berupa karya rekam, karya cetak dan karya non rekam dan non cetak (manuskrip dan naskah klasik).

Koleksi karya rekam berupa koleksi foto, sedangkan koleksi karya cetak berupa buku, monograf dan terbitan berkala sejak masa Kesultanan Aceh, masa kolonial Belanda, masa pergerakan kemerdekaan hingga awal kemerdekaan.

“Pertimbangan kita untuk memamerkan koleksi ini karena koleksi-koleksi ini langka, jarang ditemukan di perpustakaan pada umumnya. Acara ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk dapat mengakses dokumen-dokumen ini,” ungkap Zunaimar.

Diantara koleksi yang dipamerkan adalah surat Prince Maurits (surat emas) kepada Sultan Aceh, dokumen pembelian pesawat Indonesia pertama hasil sumbangan rakyat Aceh, Dakota RI-001, foto-foto tokoh, tempat dan peristiwa bersejarah Aceh masa lalu.

Dokumen-dokumen yang dipamerkan nantinya memuat berbagai peristiwa bersejarah penting di Aceh. Diantaranya kejadian perebutan senjata Jepang pada masa pergerakan kemerdekaan yang terjadi di beberapa lokasi di Aceh, sejarah pembentukan TNI di Aceh dan sejarah singkat Kodam I Iskandar Muda.

Dokumen eksklusif lain yang dipamerkan adalah terbitan berkala dalam bentuk kliping suratkabar dari tahun 1969 hingga 1980. Selain memuat fakta-fakta penting tentang sejarah Aceh, kumpulan kliping tersebut juga menampilkan tulisan para pelaku sejarah seperti Ali Hasjmy, T A  Talsya, Tjutje dan yang lainnya.

Zunaimar berharap, koleksi yang dipamerkan dapat menjadi sarana edukasi bagi pengunjung pameran nasional ini, serta menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan tanah air.

“Kita berharap agar generasi sekarang mengetahui sejauh mana upaya yang dilakukan oleh generasi masa lalu dalam memperjuangkan kemerdekaan. Maka penting bagi kita untuk menjaga persatuan dan kesatuan dengan menguatkan jati diri bangsa,” ungkap Zunaimar.

Selain koleksi yang dipamerkan, PDIA juga menyediakan buku-buku yang dijual untuk umum. (Sp/Arunda)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *