InternasionalSigom Atjeh

150 Warga Bangladesh Dideportasi dari Aceh

Warga Bangladesh Dideportasi dari Aceh.  (Kompas.com/Masriadi Sambo)

Warga Bangladesh Dideportasi dari Aceh. (Kompas.com/Masriadi Sambo)

LHOKSEUMAWE – Kantor Imigrasi Lhokseumawe mendeportasi 150 warga Banglades dari Lhokseumawe sejak Senin (3/8/2015) sampai Kamis (4/8/2015). Mereka diberangkatkan lewat jalan darat menuju Bandara Kualanamu, Medan, lalu terbang ke Banglades.

Kepala Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Imigrasi Lhokseumawe, Albert Djalius, kepada Kompas.com menjelaskan, sebelumnya, pihaknya telah mendeportasi 19 warga Banglades.

“Sejak semalam sampai besok, kita deportasi 150 lagi warga Banglades itu. Dokumen perjalanan mereka sudah lengkap dan kita terima dari Kedutaan Banglades di Jakarta. Makanya, sesegera mungkin kita deportasi,” ujar Albert, Senin.

Sementara itu, sisanya, 69 orang lagi, sambung Albert, kini menunggu dokumen perjalanan lengkap dari Kedubes Banglades di Jakarta.

Awalnya, pihaknya akan mendeportasi 151 warga Banglades. Namun, satu orang di antaranya, bernama Mohammed Monirul, tidak bisa dideportasi karena sedang dirawat di Rumah Sakit Cut Meutia, Aceh Utara, akibat menderita demam berdarah dengue (DBD).

“Padahal, tiket pesawat dari Kualanamu ke Banglades sudah dibelikan juga untuk Mohammed Monirul. Karena sakit, dia akan dideportasi pada gelombang berikutnya,” kata Albert.

Sebagai informasi, selama ini, 238 warga Banglades itu ditampung di bekas kantor Imigrasi Lhokseumawe di Punteut. Mereka terdampar di Aceh bersama ratusan warga Rohingya dua bulan lalu. Berdasarkan kebijakan Pemerintah Indonesia, warga Rohingya diizinkan menetap di Indonesia selama setahun, sedangkan warga Banglades akan dideportasi ke negaranya.

Sementara itu, Wakil Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Insan Nurrohman menyebutkan, pemindahan warga Rohingnya dari bekas gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Aceh Utara ke selter yang dibangun ACT di Desa Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, segera dilakukan.

“Tadi sudah digelar rapat dengan Pemerintah Aceh Utara dan disepakati pemindahan. Kami sangat terbuka dengan lembaga kemanusiaan lainnya yang ingin membantu warga Rohingnya di Aceh,” ujarnya. (kompas.com)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *