Berita PilihanEkonomiHeadline News

Dimulai, Kick Off PT Bank Aceh menjadi Bank Aceh Syari’ah

Kick Off Bank AcehBanda Aceh – Bertepatan dengan Peringatan Hari Ulang Tahun PT Bank Aceh yang ke-42, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bank Aceh, Drs Dermawan MM, meresmikan proses Kick Off  PT Bank Aceh menjadi PT Bank Aceh Syariah.

Acara yang juga dirangkai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang Bank Aceh Service Exellence Award (BASEA) 2015 ini dipusatkan di Gedung Pendidikan dan Latihan PT Bank Aceh yang berada di Jalan Pattimura, Gampong Suka Ramai, (Kamis, 6/8/2015).

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya umumkan bahwa proses Kick Off  PT. Bank Aceh menjadi PT Bank Aceh Syariah resmi saya nyatakan dimulai. Dirgahayu ke-42 PT. Bank Aceh. Semoga perjuangan kita membangun ekonomi rakyat Aceh, mendapat ridha dari Allah SWT.”

Dalam kesempatan tersebut Dermawan juga mengajak seluruh unsur dijajaran Bank Aceh untuk menjadikan momentum HUT ini, sebagai sarana evaluasi tentang peran dan pencapaian yang telah kita lakukan dalam memperkuat PT Bank Aceh ini.

“Selain sebagai ajang untuk mengenang perjalanan waktu yang telah ditempuh PT Bank Aceh, kegiatan ini tentu harus juga kita jadikan sebagai sebagai bahan evaluasi. Mudah-mudahan evaluasi itu dapat dijadikan sebagai acuan untuk semakin memperkokoh keberadaan PT Bank Aceh, sehingga bank ini mampu berperan lebih maksimal dalam membangun dan mensejahterakan rakyat Aceh.”

Dermawan menambahkan, hingga di usianya yang ke-42 ini, Bank Aceh telah mampu menghubungkan sistem ekonomi perbankan di seluruh wilayah Aceh dan menjadi Bank terdepan dalam mendukung aktivitas pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah berjuluk Serambi Mekah ini.

Namun, dalam  perjalanan waktu yang panjang tersebut tidak selamanya menghasilkan catatan gemilang. Pada momentum ulang tahun kali ini, Bank Aceh justru memiliki kisah yang cukup memprihatinkan, sehubungan dengan musibah kebakaran yang menghanguskan kantor pusat bank kebanggaan masyarakat Aceh ini pada hari Kamis 22 April 2015 lalu.

“Peristiwa itu mungkin menjadi bagian yang tak terlupakan dalam catatan perjalanan Bank Aceh. Tapi bukan berarti ruang gerak bank ini terhenti. Sebaliknya, musibah itu menjadi bukti betapa gigihnya kinerja pimpinan dan seluruh staf bank ini yang dengan cepat terus bekerja mengaktifkan sektor-sektor penting yang bersentuhan dengan publik.  Alhasil, desas-desus yang sempat mencuat mengenai terhentinya kinerja Bank, sama sekali tidak terbukti,” lanjut Dermawan.

Bahkan Sekda Aceh memberikan kredit tersendiri kepada manajemen Bank Aceh yang tetap mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat walaupun dalam koindisi darurat. Sebagaimana diketahui, pasca kebakaran, dengan fasilitas dan ruangan seadanya, Bank Aceh tetap  mengutamakan pelayanan, sehingga masyarakat atau nasabah tidak menerima risiko apapun dari musibah tersebut.

“Sebagai komisaris utama, saya memberi apresiasi kepada manajemen PT Bank Aceh atas respon cepat dalam mengatasi musibah tersebut. Apresiasi dan ucapan terimakasih juga saya sampaikan kepada OJK dan Bank Indonesia yang begitu konsisten memberi dukungan kepada Bank Aceh dalam menghadapi situasi tersebut.”

Alhamdulillah, lanjut Dermawan, melalui koordinasi dan kerjasama semua tim, dalam tempo yang singkat, manajemen Bank Aceh langsung dapat memberi kepastian kepada seluruh nasabah bahwa seluruh asset nasabah dalam kondisi aman, dan operasional Bank tetap berjalan normal.

DSermawan berharap, musibah tersebut dapat menjadi sebuah pelajaran bagi manajemen Bank Aceh tentang pentingnya membangun tim kerja yang solid. Sekda juga mewanti-wanti, bahwa faktor ketelitian dan kehati-hatian harus diutamakan, sehingga musibah tersebut tidak terulang kembali.

Aset Bank Aceh 16,4 Triliun

Pada Ulang Tahunnya yang ke-42 ini, Bank Aceh mengusung tema ‘Selamanya Bersama’ (Forever Together). Sekda menjelaskan, tema tersebut terinspirasi dari pola kerja sama dan reaksi cepat saat Bank Aceh menghadapi saat-saat sulit.

“Slogan ‘Selamanya Bersama’ merupakan gambaran betapa pentingnya memperkuat ikatan silaturahmi serta ukhuwah, sehingga  setiap masalah dapat kita selesaikan secara mudah, cepat dan tepat.”

Dermawan menambahkan, slogan tersebut sebenarnya telah menjadi spirit Bank Aceh sejak pertama kali berdiri, yaitu pada 6 Agustus 1973. Selama bertahun-tahun, manajemen PT Bank Aceh telah membuktikan betapa pentingnya kebersamaan itu.

“Berkat kejasama yang baik itu, perkembangan Bank Aceh dari tahun ke tahun terus memperlihatkan kemajuan. Total asset PT Bank Aceh hingga akhir tahun 2014 mencapai Rp. 16,4 triliun, atau naik sebesar 7,38 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” terang Dermawan.

Untuk diketahui bersama, dana simpanan pihak ketiga di bank ini juga menunjukkan kenaikan, dari Rp.11,7 triliun pada tahun 2013 menjadi Rp.12 triliun pada tahun 2014. disaat yang bersamaan, pertumbuhan kredit atau pembiayaan yang disalurkan juga mengalami peningkatan, dari Rp. 10,20 triliun pada tahun 2013 menjadi Rp 11,11 triliun pada tahun 2014.

“Hal ini menjadi bukti bahwa fungsi media perantara keuangan atau Financial Intermediary telah dijalankan dengan baik sekali oleh manajemen PT Bank Aceh. Perkembangan ini semakin meyakinkan kita untuk membawa Bank Aceh ke dalam sebuah agenda besar, yaitu menjadikan bank ini menjadi Bank Syariah sebagaimana keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 25 Mei yang lalu,” lanjut Sekda.

Untuk itu, Dermawan berharap agar langkah dan tahapan menjadi menuju Bank Syariah terus perkuat, agar pada saatnya nanti, PT Bank Aceh bisa menjadi salah satu Bank Syariah terbaik di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, tahapan awal pra konversi telah dilakukan sejak Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yaitu pada 25 Mei 2015 yang lalu. “Untuk itu saya meminta seluruh unsur manajamen agar bahu membahu dan membangun kerjasama dalam mendukung kelancaran proses konversi ini,” ujar Dermawan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga meminta agar manajemen Bank Aceh dapat terus meningkatkan pelayanan kepada nasabah serta mengoptimalkan kemampuan sumberdaya manusia secara profesional.

“Saya percaya, dengan menjadi Bank Aceh Syariah, PT Bank Aceh akan mampu menciptakan terobosan bagi kemajuan pembangunan ekonomi Aceh, sehingga bank ini dapat lebih berperan mendorong kesejahteraan masyarakat, sebagaimana yang diharapkan oleh Bapak Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah sebagai pemegang saham pengendali,” pungkas Sekda.

Serahkan Hadiah Kepada para pemenang BASEA 2015

Dalam kesempatan tersebut, Komisaris Utama Bank Aceh, didampingi oleh Direktur Utama PT Bank Aceh dan seluruh unsur direktur Bank Aceh, menyerahkan Bank Aceh Service Exellence Award (BASEA) 2015 kepada para pemenang dan para finalis BASEA.

Seluruh Finaslis BASEA 2015 akan mendapatkan Piaham Penghargaan dan akan mengikuti kegiatan Outbound serta serangkaian Pendidikan Customer Relationship.

Sedangkan para juara akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai, dan kepada juara I dan Juara II pada masing-masing kategoti akan mendapatkan hadiah tambahan berupa study banding ke perusahaan yang telah berprestasi dalam service exellence.

Berikut ini adalah daftar pemenang BASEA 2015 pada masing-masing Kategori;

Kategori Customer Service; Juara I, Alfiana (Cabang Idi), Juara II, Agus Fianuddin (Cabang Syari’ah Banda Aceh), Juara III, Yuli Afriani (Cabang Medan), dan Juara Harapan, Cut Intan (KPO).

Kategori Teller; Juara I, Delisa Afrina Fahmi (Cabang Medan), Juara II, Lia Andriyani (Cabang Jantho), Juara III, Dicca Hasra(Cabang Syari’ah Banda Aceh), dan Juara Harapan, Nurasyidah (Cabang Lhokseumawe).

Kategori Security; Juara I, Happy Suganda (Cabang Medan), Juara II, Safrizal (Cabang Syari’ah Banda Aceh), Juara III,  El Munizar (Cabang Lhokseumawe), dan Juara Harapan, Muhammad Ridha (Cabangm Blang Pidie). (Ngah)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *