Workshop Pengembangan Model Penguasaan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Adat/rri.com

Workshop Pengembangan Model Penguasaan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Adat/rri.com

Aceh Tengah – Lembaga Mukim sebagai identitas adat yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat di Aceh berperan penting dalam menjaga dan menghidupkan eksistensi adat itu sendiri, begitu kata Bupati Aceh Tengah H.Nasaruddin MM kemarin, Sabtu (8/8/2015), dalam acara pelantikan Imum Mukim Wihni, Kecamatan Linge.

“Salah satu fungsi utama yang melekat dalam diri seorang Imum Mukim adalah memastikan keberlangsungan dan eksistensi adat istiadat dalam kehidupan masyarakat kita,” katanya.

Katanya lagi, kebiasaan-kebiasaan baik seperti bertutur kata, berpakaian yang sopan, maupun perilaku santun menjadi adat dan budaya masyarakat yang harus terus dijaga dan dipelihara

Nasaruddin menambahakan, umumnya adat yang sudah hidup di Aceh sejak dulu bersumber dari nilai-nilai agama, karena itu semestinya tidak ada halangan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dan Imum Mukim menjadi orang terdepan untuk mengawal eksistensi adat ini agar benar-benar berjalan,” kata Nasaruddin.

Mukim di Aceh Belum Ada Peta Wilayah Adat

Dalam kesempatan berbeda, Zulfikar Arma, Badan Pelaksana Jaringan Komunitas Adat Aceh (JKMA) menilai bahwa pengakuan Mukim tidak cukup dengan adanya lembaga Mukim saja, namun Mukim juga harus disertai dengan wilayah adatnya.

“Belum ada satu kebupaten pun di Aceh yang sudah mensahkan peta wilayah Mukim, padahal itu penting, mengingat Mukim adalah lembaga yang punya wibawa dalam mengatur masyarakat,” ujarnya.

Katanya lagi, wilayah adat yang nantinya menjadi tanggungjawab Mukim adalah bentuk kedaulatan adat yang semestinya segera dikukuhkan dengan aturan dari Pemerintah.(MK)

 

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *