LPDSJakarta – Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) bekerjasama dengan Kedutaan Besar Norwegia, menggelar Lokakarya Wartawan Meliput Perubahan Iklim, Meliput Daerah Ketiga (MDK III, Travel Fellowship III). Kegiatan ini diikuti oleh Sepuluh pewarta terpilih yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia.

Sesuai dengan judul kegiatan, selain mendapatkan pemaparan dari para narasumber, para peserta juga akan melakukan peliputan di daerah ketiga, yaitu daerah yang merupakan bukan asal dari para peserta.

“Para peserta nantinya akan melakukan Travel Fellowship, ke suatu daerah yang bukan merupakan asal peserta. Jadi, nanti akan kita acak dan peserta tidak boleh memilih daerah liputannya,” terang Warief Djayanto Basorie, salah Pengajar LPDS Jakarta.

Norwegia Serius Bantu Indonesia Tekan Emisi

Sebelum mendapatkan materi lebih lanjut tentang apa yang akan dilakukan di masing-masing daerah penugasan, para peserta berkesempatan untuk berkunjung ke Kedutaan Besar Norwegia. Saat berada di Kedubesan Norwegia, peserta sempat mendapatkan pemaparan singkat dari Hilde Solbakken, selaku Wakil Duta BesarNorwegia untuk Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Solbakken menjelaskan, Pemerintah Kerajaan Norwegia sangat serius menjalin kerjasama dengan Indonesia, dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca dari deforestasi.

“Banyak fokus kegiatan yang telah kami (Norwegia-red) jalin bersama Pemerintah Indonesia. Diantaranya, kita telah menandatangani Surat Pernyataan Kehendak (Letter of Intent), pada Mei 2010,” terang Solbakken.

Sebagaimana diketahui, Indonesia telah berkomitmen menargetkan pengurangan gas rumah kaca sebesar 26 persen dan sebesar 41 persen pada tahun 2020, dengan bantuan pendanaan internasional. Atas komitmen tersebut, Pemerintah Kerajaan Norwegia, dalam LoI berkomitmen untuk menyalurkan dana sebesar USD 1 miliar untuk upaya-upaya penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.

Pemerintah Kerajaan Norwegia berharap program ini dapat berkontribusi pada pengurangan emisi sekaligus mengelola hutan dan melakukan langkah-langkah penegakan hukum di sektor kehutanan. Untuk diketahui bersama, hampir 80 persen emisi gas rumah kaca Indonesia berasal dari deforestasi dan pembakaran lahan.

Meskipun demikian, Solbakken menekankan bahwa Pemerintah Kerajaan Norwegia tetap melakukan pemantauan terhadap kegiatan ini, guna evaluasi dikemudian hari tentang keberlanjutan program bantuan ini.

Untuk itu Solbakken berharap, insan media dapat berkontribusi dalam kegiatan ini dengan memantau dan mengawasi kegiatan-kegiatan dalam bidang ini. “Untuk itu, kami telah menjalin kerjasama dengan LPDS sejak tahun 2009, guna mendukung kampanye kegiatan ini agar lebih tersebar luas,” terang Solbakken.

Apresiasi Keterlibatan Jurnalis Perempuan

Dalam kesempatan tersebut, Solbakken juga mengungkapkan rasa bahagianya dengan keterlibatan jurnalis perempuan pada kegiatan MDK III dan Travel Fellowship III ini. Menurut wanita berambut pendek itu, wanita adalah pihak yang paling merasakan dampak buruk perubahan iklim.

“Dengan pelibatan perempuan dalam kegiatan ini, maka mereka akan mampu merumuskan atau memberikan pandangan terhadap perubahan iklim dari perspektif mereka (perempuan-red),” pungkas Solbakken. (Arunda)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *