Berita PilihanRampoe

Gubernur Ajak Masyarakat Lebih Memperhatikan Keluarga

Ummi BKKBN

Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Hj Niazah A Hamid didampingi Wakil Ketua TP-PKK Aceh, Hj Marlina Usman, menyempatkan diri melihat hasil kerajinan Dekranasda kabupaten/kota yang dipamerkan di Balai Kota, Banda Aceh, (Selasa, 1/9/2015) AtjehLINK|Arunda

Banda Aceh – Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah menekankan, bahwa makna hakiki dari Peringatan Hari Keluarga Nasional adalah untuk mengajak masyarakat memberikan perhatian lebih besar kepada keluarga.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menyampaikan sambutan singkatnya yang dibacakan oleh Azhari SE selaku Asisten II Setda Aceh pada puncak acara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke XXII Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2015, yang digelar di Balai Kota Banda Aceh, (Selasa, 1/9/2015).

“Semoga momentum ini menjadi pemicu semangat kita untuk terus berjuang guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujar Zaini.

Menurut Gubernur, peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. “UU 52 mengamanatkan agar Pemerintah dan Pemerintah Daerah menetapkan kebijakan Pembangunan Keluarga melalui Pembinaan Ketahanan dan Kesejahteraan keluarga secara optimal.”

Zaini menjelaskan, bentuk perhatian tersebut dapat diwujudkan dengan menerapkan delapan fungsi keluarga, yaitu Fungsi Agama, Sosial Budaya, Cinta Kasih, Perlindungan, Reproduksi, Sosialisasi, Pendidikan Ekonomi dan Pembinaan Lingkungan.

“Delapan fungsi tersebut diharapkan mampu melahirkan keluarga sejahtera dan ber-akhlakul karimah. Tidak kalah pentingnya, melalui keluarga, kita bisa membangun Karakter Bangsa melalui program revolusi mental sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo,” tegas Gubernur.

Zaini menambahkan, pembangunan keluarga sejahtera tidak dapat dipisahkan dengan masalah Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Hal ini disebabkan karena pembangunan keluarga harus direncanakan dengan matang.

“Kita pasti sepakat, bahwa keluarga merupakan objek penting dalam pembangunan ini. Oleh sebab itu pertumbuhan dan perkembangan penduduk mutlak mendapat perhatian dalam setiap gerak pembangunan.”

Melalui momentum Harganas tahun ini, Gubernur mengajak seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Aceh untuk memberi perhatian khusus kepada perkembangan dan pembinaan penduduk melalui Program KKBPK. Dengan demikian setiap langkah pembangunan yang dijalankan akan lebih terarah kepada penduduk yang menjadi sasaran.

“Saya perlu mengingatkan hal ini, sebab pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali pasti akan menimbulkan dampak sosial, seperti meningkatnya angka penggangguran, kemiskinan, gangguan stabilitas keamanan, angka putus sekolah dan sebagainya.”

Untuk itu, Gubernur mengajak semua pihak untuk mensukseskan dan memprioritaskan Program KKBPK agar laju pertumbuhan penduduk dapat diselaraskan dengan ritme pembangunan yang direncanakan.

Untuk mensukseskan program tersebut, Gubernur meminta Perwakilan BKKBN Aceh agar senantiasa meningkatkan hubungan kemitraan dengan berbagai pihak, baik unsur pemerintah, ulama, swasta, maupun tokoh adat, agar program-program kependudukan dapat dijalankan secara simultan.

Gubernur juga mengingatkan agar dalam mengkampanyekan Program Keluarga Berencana (KB), jangan sampai terjebak dengan anggapan, bahwa KB bertujuan untuk membatasi kelahiran karena persepsi tersebut sangat tidak tepat.

“Yang benar adalah, Progam KB bertujuan untuk mengatur dan merencanakan kelahiran dengan baik, sehingga diharapkan anak-anak yang lahir adalah anak-anak yang sehat, cerdas dan mendapat asuhan yang berkualitas. Dengan demikian anak-anak itu akan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas,” jelas Gubernur.

Menurut Gubernur, untuk mencapai semua itu, sangat diperlukan suatu rancangan yang dituangkan dalam sebuah Grand Design Kependudukan Aceh, agar dokumen tersebut dapat diselaraskan dengan semua sektor pembangunan, sehingga progam Pembangunan yang sedang dijalankan lebih terarah dan berdaya guna.

Untuk itu, Gubernur mengharapkan kerjasama yang baik antara Pemerintah Kabupaten/Kota dengan BKKBN Aceh, agar grand design ini dapat diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dengan adanya grand design ini, diharapkan sasaran pembangunan akan lebih efektif dan mengarah kepada kesejahteraan para keluarga.

“Semoga Peringatan HARGANAS tahun ini dapat semakin meningkatkan komitmen dan semangat kita dalam membangun dan membina keluarga, sebagai langkah menuju generasi Aceh yang berkualitas,” pungkas Gubernur.

Ketua TP-PKK Aceh: Perempuan Adalah Penggerak dan Motivator

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Aceh, Niazah A Hamid,dalam sambutan singkatnya menyatakan bahwa perempuan memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan sebuah keluarga.

“Pembangunan keluarga tidak bisa terlepas dari peran penting perempuan sebagai penggerak, sekaligus motivator dalam peningkatan kualitas hidup keluarga,” ujar wanita yang akrab disapa Ummi Niazah itu.

Ummi Niazah menjelaskan, dalam rangka mensukseskan 10 Program Pokok PKK, TP-PKK Aceh dan Kabupaten/Kota telah menjalankan sejumlah kegiatan hingga ke tingkat gampong. Salah satu progam tersebut adalah sosialisasi kepada masyarakat tentang hidup sehat dan langkah pembangunan keluarga sejahtara.

“Kita juga semakin aktif menjalankan fungsi dan peran Posyandu sebagai sarana untuk penguatan kesehatan keluarga, sehingga melalui posyandu itu kita bisa mensosialisasikan pentingnya keluarga berencana.”

Ummi Niazah juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Aceh yang telah menerbitkan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 60 Tahun 2012 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar di Pos Pelayanan Terpadu Aceh.

Pergub ini menegaskan, bahwa Posyandu merupakan salah satu wadah peningkatan sumber daya masyarakat yang terintegrasi dengan layanan sosial dasar lainnya, seperti Bina Keluarga Balita (BKB), PAUD, dan TPA.

“Dengan adanya regulasi ini, peran Posyandu akan bisa lebih optimal sebagai wahana pembangunan dan penguatan keluarga, sebab pemerintah dan masyarakat akan terlibat secara bersama untuk menjalankannya,” jelas Niazah.

Dalam kesempatan tersebut, Ummi Niazah juga menjelaskan tentang beberapa program yang telah dijalankan oleh TP-PKK Aceh bersama dengan BKKBN Perwakilan Aceh, diantaranya menggelar beberapa pertemuan internal dan workshop antara BKKBN Aceh dan Tim Penggerak PKK Aceh, mengadakan pelatihan Mekanisme Pengelolaan BKB bagi seluruh Ketua Pokja II TP PKK se-Aceh.

Selain itu, TP-PKK Aceh juga turut serta dalam penilaian Kelompok Bina Keluarga Berencana Terbaik dalam rangka Peringatan Hari Ibu se-Aceh, serta sejumlah kegiatan lain terkait pembinaan keluarga yang dilakukan PKK dan BKKBN Aceh.

“Melalui peringatan Harganas Aceh ini, kami berharap jajaran Pemerintahan di seluruh Aceh dan juga BKKBN Aceh tetap berkenan membangun kerjasama dengan Tim Penggerak PKK Aceh, agar kita bersama-sama dapat menjalankankan program pembangunan keluarga sejahtera yang efektif dan berdaya guna,” pungkas Ummi Niazah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BKKBN RI, Dr Surya Chandra Surapaty MPH, PHD, Kepala BKKBN Aceh, Drs NatsirIlyas, Wakil Ketua TP-PKK Aceh, Marlina Usman, Ketua Darma Wanita Persatuan Aceh, Hj Syamsiarni, sejumlah Kepala SKPA dan unsur Forkorpimda Aceh. (Ngah)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *