Berita PilihanEkonomiSigom Atjeh

Dekranasda Turunkan Tim Penilai ke Pidie

Ummi di Pidie

Ketua Dekranasda Aceh, Hj Niazah A Hamid, memperhatikan barang-barang produksi kerajinan khas Aceh saat berkunjung ke Gampong Kerajinan di Gampong Rawa Tungkop, Kecamatan Indarajaya, Pidie, (Rabu, 2/9/2015. AtjehLINK|Herju

Pidie – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Niazah A Hamid, bersama tim penilai dari Dekranasda berkunjung ke Gampong Rawa Tungkop Kecamatan Indrajaya, dalam melakukan pembinaan dan penilaian serta penyerahan bantuan kepada pengrajin Kupiah Meukutob di Gampong tersebut, (Rabu, 2/9/2015).

Wanita yang akrab disapa Ummi Niazah itu menjelaskan, kunjungan ke gampong  ini merupakan bagian dari kegiatan Dekranasda Aceh yang sedang  melakukan progam  Pembinaan dan Penilaian terhadap gampong kerajinan di seluruh Aceh.

“Gampong Rawa Tungkop menjadi salah satu tujuan kami, sebab di gampong ini berkembang kerajinan rakyat, berupa pembuatan kopiah mekeutop yang sudah ada sejak dulu.”

Atas dasar tersebut Dekranasda memutuskan datang melakukan pembinaan dan penilaian. Ummi berharap Gampong Rawa Tungkop menjadi salah satu yang terbaik dalam hal melestarikan kerajinan Aceh.

“Gampong  Rawa Tungkop menjadi salah satu pilihan kami, sebab kualitas Kopiah Mekeutop hasil kerajinan di gampong ini sangat berkualitas dan banyak dicari para pembeli. Untuk itulah kami merasa pilihan ini sangat tepat dan berharap kunjungan ini bisa mendorong semangat para pengrajin di gampong ini untuk lebih giat menghasilkan karya seni tradisional Aceh, khususnya Kopiah Mekeutop.”

Dalam kesempatan tersebut, Ummi juga menyampaikan tentang beberapa kriteria gampong yang menjadi sasaran kunjungan tim Dekranasda Aceh dan Tim Penilai dari Pemerintah Aceh untuk program pembinaan dan  penentuan gampong terbaik kerajinan se-Aceh.

Kriteria tersebut adalah gampong yang akan dituju tim penilai harus benar-benar mengembangkan kerajinan sejak lama. Kerajinan yang dihasilkan harus mengandung ciri khas Aceh.

Selanjutnya, hasil kerajinan gampong harus berkualitas dan memiliki pasar yang luas di masyarakat. Kerajinan yang ada merupakan hasil yang dikembangkan oleh masyarakat di gampong tersebut, serta kerajinan harus memiliki unsur kreativitas yang dikembangkan dalam memodivikasi kerajinan tersebut.

Ummi menjelaskan, kerajinan Kopiah Mekeutop yang ada di Gampong  Rawa Tungkop ini telah memenuhi semua kriteria diatas. Selain itu, kopiah meukeutop merupakan kerajinan yang sangat terkenal di dunia sebagai kopiah tradisional Aceh.

“Kopiah ini tidak hanya dibeli oleh pemburu barang seni di tingkat nasional, tapi juga banyak dikoleksi oleh turis manca negara,” tambah Ummi Niazah.

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Aceh ini menilai, kerajinan ini sangat layak untuk terus dikembangkan. Oleh karena itu, Dekranasda telah meminta  beberapa lembaga terkait agar terus membantu peningkatan kualitas kerajinan ini melalui program pembinaan, sehingga  produksinya bisa diatur sedemikian rupa agar dapat dijual  dengan harga bersaing.

“Dengan demikian, kerajinan ini tidak hanya dapat melestarikan budaya dan seni tradisional Aceh, tapi juga menjadi sumber penghasilan bagi keluarga. Melalui proses pembinaan yang nantinya diberikan, Ummi berharap para pengrajin dapat bekerja lebih serius dan kreatif, agar produk yang dihasilkan  semakin menarik  dan memiliki nilai seni tinggi.

Serahkan Bantuan

Dalam kesempatan tersebut, Ummi juga meminta Dekranasda Pidie serta lembaga terkait dapat membantu pemasaran kopiah ini, nilai ekonomisnya dari hasil kerja masyarakat ini benar-benar dapat dirasakan peningkatannya.

“Sebagai bentuk dukungan bagi kerajinan ini, pada kesempatan ini kami dari Dekranasda Aceh membawa  bantuan sejumlah material  atau bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mendukung usaha pembuatan kopiah mekeutop ini,” tambah Ummi.

Bantuan yang diberikan Dekranasda Aceh antara lain, mesin jahit lurus, tapak selang, casper tas, restleting dan kepala restleting, dan beberapa peralatan lainnyam. Ummi berharap bantuan yang diberikan haridapat mendorong semangat para pengrajin untuk terus bekerja,  sehingga produk kopiah mekeutop tetap lestari dan tidak akan lekang di makan zaman.

“Mudah-mudahan perjuangan kita untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh melalui pengembangan kerajinan rakyat dapat terwujud. Teruslah bekerja keras dan berdo’a agar Allah mengganjar usaha kita dengan kesuksesan,” pungkas Ketua Dekranasda Aceh. (Arunda)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *