AgamaBerita Pilihan

Dewan Dakwah Aceh Silaturahmi dengan Masyarakat Rumpet

Banda Aceh – Pengurus Wilayah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Provinsi Aceh (Dewan Dakwah Aceh) Senin (31/08/2015) malam, menggelar silaturahmi bersama masyarakat Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

Kegiatan berlangsung ba’da shalat Isya di Markaz Dewan Da’wah Aceh. Tujuannya, untuk mempererat tali persaudaraan antara Pengurus Dewan Da’wah Aceh dengan masyarakat Rumpet. Hal ini mengingat, domisili Markaz Dewan Dakwah Aceh ini berada dalam wilayah administrasi gampong setempat. Selain itu, juga untuk memperkenalkan program-program yang telah, sedang dan akan dilaksanakan oleh Dewan Dakwah Aceh kepada masayarakat di daerah tersebut.

“Alhamdulillah, tak terasa kami sudah 3 tahun lebih berada di Rumpet ini. Kami merasa sangat aman dan nyaman berada di sini. Walaupun demikian tentunya kami juga sangat mengharapkan masukan-masukan dan peutuah-peutuah dari orang tua kami disini,“ kata Ketua Dewan Dakwah Aceh Dr. Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan,  MCL MA kala memberikan sambutan mengawali silaturrahmi tersebut.

Tgk Hasanuddin menjelaskan, dewan dakwah adalah organisasi berbentuk yayasan yang didirikan oleh salah seorang tokoh nasional yaitu Allahu Yarham Muhammad Natsir, yang juga Ketua Partai Masyumi pada saat itu. Selain itu, Muhammad Natsir juga tercatat sebagai Perdana Menteri Pertama Republik Indonesia di masa Presiden Soekarno. Ia juga salah seorang tokoh di balik lahirnya Badan Konstituante RI.

Menurut Tgk Nashruddin, sampai sekarang kepengurusan dewan dakwah sudah terbentuk di seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

“Untuk Provinsi Aceh sendiri sudah ada sejak tahun 1991 dan telah tersebar di 23 Kabupaten kota,” ujarnya.

Awal mula pembentukan dewan dakwah di Aceh, kata dia, ditujukan untuk membendung masuknya faham-faham yang tidak sesuai dengan Islam. Selain itu, juga untuk mengawal daerah-daerah di perbatasan Aceh dan daerah-daerah lainnya dari upaya kristenisasi.

Oleh karena itu, tambah Dosen Fakultas Syariah dan Hukum Islam UIN Ar-Raniry ini, untuk mencegah upaya tersebut dewan dakwah Aceh telah mendirikan Lembaga Pendidikan Akademi Dakwah Indonesia (ADI).

“Saat ini mahasiswanya berjumlah 28 orang. Mareka semua berasal dari daerah perbatasan Aceh seperti Subulussalam, Singkil, Simeulue, Aceh Tenggara dan Aceh Tamiang,” urai Tgk Hasanuddin.

Para mahasiswa tersebut, lanjut dia, dibekali Ilmu dakwah dan hafal al-quran. “Selama belajar di ADI, biaya kuliah, biaya asrama dan biaya makan tidak dipungut alias digratiskan. Disebabkan mareka ini berasal dari keluarga yang kurang mampu, dhuafa, yatim dan anak muallaf,” terang dia.

Tgk Hasanuddin menjelaskan, masa belajar mahasiswa ADI ini selama 2 tahun, kemudian diseleksi kembali untuk kuliah program Strata Satu (S-1) di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohd Natsir di Jakarta, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.

“Kita berharap mahasiswa ADI ini akan berdakwah dan membina masyarakat di daerah mereka tinggal setelah selesai kuliah nanti. Dan kami sangat berterima kasih kepada masyarakat Rumpet yang sudah membantu dan bekerjasama dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Dewan Dakwah Aceh,” ungkap Tgk Hasanuddin.

Sedangkan Keuchik Gampong Rumpet Abdullah A. Samad, menyambut baik kehadiran dewan dakwah dan ADI tersebut di gampong mereka. Ia berharap, ADI akan membawa Aceh untuk lebih baik di masa yang akan datang. Kepada para mahasiswa ADI yang juga hadir dalam silaturrahmi tersebut, Keuchik Rumpet berpesan untuk bersungguh-sungguh dalam belajar dan menjaga norma-norma yang berlaku.

“Semoga masyarakat Rumpet dapat mengambil manfaat dari kehadiran dewan dakwah ini,” harap Abdullah.

Dalam silaturrahmi ini turut dihadiri oleh Direktur ADI Dr. Muhammad AR, M.Ed beserta Pengurus Dewan Dakwah Aceh. Dan juga dihadiri oleh Sekretaris Gampong Rumpet Muhammad Salihin, Tuha Peut, Imum Meunasah, Kepala Dusun dan Kaur. (SP/al1)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *