Berita PilihanPolitik

Muslim Aiyub Serap Aspirasi Masyarakat Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) asal Aceh, Muslim Aiyub, melakukan pertemuan  dan diskusi bertajuk “Penyerapan Aspirasi Masyarakat” dengan tema Implementasi Pancasila, UUD NRI 1945 dan Sistem Ketatanegaraan, Rabu (02/09/2015) di aula gedung Sultan Selim II, Banda Aceh.

Selain Muslim Aiyub, acara yang terselenggara atas kerjasama MPR RI dengan Aceh Media Institute ini juga menghadirkan dua pembicara lain yakni Mohd July Fuadi dan Saiful Isky. Bertindak sebagai moderator yakni Miswar Fuadi.

Pada kesempatan itu, Muslim Aiyub menyoroti beberapa persoalan yang sedang terjadi Aceh di antaranya terkait implementasi dana desa, penegakan hukum, pendidikan dan kemiskinan. Menurut Muslim Aiyub, sampai saat ini masih banyak persoalan penyaluran desa, khususnya  Kota Banda Aceh yang belum menyalurkan dana desa tahun 2015 ini kepada 90 Gampong yang ada di Kota Banda Aceh.

Hal itu, kata dia, menjadi tanya, mengingat seharusnya Kota Banda Aceh yang dinilai lebih siap dari pada kabupaten dan kota lain di Aceh soal distribusi dan pemanfaatan dana desa ini.

Selain itu, anggoata Fraksi PAN di DPR RI ini juga menilai soal tata kelola dan pemanfaatan anggaran daerah Aceh yang belum baik. Hal itu dibuktikan dengan tingginya angka kemiskinan di daerah ini. “Kita kaya raya, tapi kemiskinan di mana-mana,” ujarnya.

Muslim juga menyoroti banyaknya persoalan hukum yang tak terselesaikan dengan baik. Ia menekankan persoalan tingginya angka peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Aceh. Pasalnya, kata dia, masih banyak oknum-oknum penegak hukum yang bermain. Sehingga penegakan hukum di Aceh masih terkesan tajam ke bawah tumpul ke atas.

“Tidak mungkin penegak hukum tidak tahu pengedar narkoba yang bermain di Aceh,” tegasnya.

Terkait pendidikan, terang Muslim, juga masih belum ditangani dengan baik oleh Pemerintah Aceh. Padahal, sambunya, Aceh dengan dana otonomi khusus dan sumber lainnya memiliki anggaran yang banyak untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Namun nyatanya, kualitas dan layanan pendidikan di Aceh belum berkategori baik dan adil.

“Ini harus menjadi perhatian Gubernur ke depan,” pinta Muslim Aiyub.

Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin, para Keuchik dari beberapa Gampong, pegiat LSM, media dan mahasiswa. (sd/al1)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *