Gub-TMIIBanda Aceh – Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah menyetujui ditunjuknya Aceh sebagai Tuan Rumah pada peringatan Hari Ulang Tahun Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ke-41 yang akan digelar pada April 2016. Penunjukan Aceh sebagai Tuan Rumah tersebut disampaikan oleh Bambang Parikesit, selaku Direktur Umum TMII kepada Gubernur Aceh di Meuligoe Gubernur, (Selasa, 8/9/2015).

Bambang menjelaskan, keuntungan dari ditunjuknya Aceh sebagai Tuan Rumah adalah penggunaan atribut Aceh pada puncak peringatan HUT TMII. Selain itu, Aceh akan mendapatkan porsi dan waktu pertunjukan budaya lebih besar dibandingkan dengan provinsi lain.

“Dalam rangkaian acara HUT TMII, seluruh peserta akan mengenakan baju batik motif Aceh. Selain itu, Aceh juga akan mendapatkan waktu pertunjukan budaya paling lama pada malam puncak peringatan, yaitu 40 menit,” terang Bambang.

Untuk diketahui bersama, pekan peringatan HUT TMII selalu diperingati setiap tahunnya dengan menunjuk salah satu provinsi di Indonesia sebagai tuan rumah. Tahun ini, Panitia peringatan HUT TMII menunjuk Aceh sebagai tuan rumah. Kegiatan ini akan diisi dengan berbagai kegiatan promosi dan pagelaran budaya.

Gubernur Aceh menyambut baik penunjukan tersebut. “Ini merupakan suatu kebanggaan bagi Aceh. Event ini adalah salah satu sarana yang baik dalam rangka mempromosikan kebudayaan Aceh, baik ditingkat lokal maupun mancanegara.”

Pria yang akrab disapa Doto itu juga menjelaskan, selain Tari Saman, pada event tersebut Aceh juga akan menampilkan berbagai pertunjukan budaya lainnya, seperti Tari Seudati, Rapa’I, Geude-geude (Gulat ala Aceh) dan beberapa kegiatan budaya lainnya.

Sementara itu, Maryano, Manager Hukum TMII yang juga ditunjuk sebagai Kertua Panitia peringatan HUT ke-41 TMII menjelaskan, setiap tahunnya pengunjung pagelaran pekan HUT TMII selalu membludak.

“Panitia selalu menggratiskan biaya masuk ke TMII setiap peringatan HUT. Hal ini akan berimbas pada membludaknya pengunjung. Selain itu, seluruh anjungan yangt merupakan perwakilan 34 provinsi se-Indonesia akan menampilkan pertunjukan budaya daerahnya.”

Peringatan HUT TMII ke-41 akan mengangkat tema, ‘Dari Aceh untuk Indonesia’. Gubernur berharap dalam kegiatan tersebut juga ditampilkan kearifan lokal Aceh dalam hal mitigasi bencana tsunami, yaitu Smong.

“Ini adalah kearifan lokal masyarakat Simeulue dalam menghadapi bencana tsunami. Smong sangat penting disosialisasikan bukan hanya kepada masyarakat Aceh tetapi juga kepada masyarakat Indonesia dan dunia dalam rangka memberikan pendidikan dasar terkait mitigasi bencana secara luas.”

Saman Ekskul Wajib SMA di Jakarta

Sementara itu, Ir Cut Putri A, selaku Kepala Anjungan Aceh di TMII menjelaskan, kabar menggembirakan kepada Gubernur Aceh, yaitu tentang dijadikannya Tari Saman sebagai kegiatan Ekstra Kurikuler (Ekskul) di seluruh SMA di jakarta.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur selaku Kepala Pemerintahan Aceh menyampaikan apresiasi dan mengajak semua pihak untuk terus mengkampanyekan dan menyebarluaskan Tari Saman. Sebagaimana diketahui, Unesco telah menetapkan Tari Saman sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda pada 24 November 2011.

“Melestarikan dan mengenalkan Tari Saman ke khalayak luas bukan semata kewajiban Pemerintah Aceh dan Pemkab Gayo Lues tapi kewajiban Indonesia dan dunia internasional karena tarian ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda,” pungkas Gubernur Aceh.

Hadir dalam pertemuan tersebut beberapa pengurus TMII lain, diantaranya Husaini selaku Kepala Tata Usaha TMII, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dan Kepala Biro Humas Setda Aceh serta Asisten I Setda Gayo Lues. (Arunda)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *