Hj Marlina Muzakir Manaf (dua dari kiri) dan Firiani Hasballah (kanan) bersama pengrajin anyaman pandan Gampong Alu Dua Muka O, Idi Rayeuk, Aceh Timur. AtjehLINK | Mus

Hj Marlina Muzakir Manaf (dua dari kiri) dan Firiani Hasballah (kanan) bersama pengrajin anyaman pandan Gampong Alu Dua Muka O, Idi Rayeuk, Aceh Timur. AtjehLINK | Mus

 

Aceh Timur – Tikar anyaman dari tanaman pandan laut (seukee-Aceh) hasil produksi dua kelompok pengrajin di Aceh Timur, telah berhasil dipasarkan ke lua negeri. Demikian disebutkan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Timur, Fitriani Hasballah, saat melakukan kunjungan bersama dengan Pengurus Dekranas Aceh, Marlina Muzakir Manaf ke tempat usaha pengrajin kelompok Pandan Berseri dan Bungoeng Seuke, di Gampong Alue Dua Muka O, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Jumat (04/09/2015).

Menurut Fitriani, Dekranasda Aceh Timur menjadikan dua kelompok pengrajin tersebut sebagai project binaan lumbung kerajinan. Pembinaan kelompok pengrajin tikar anyaman pandan ini, kata dia, selain hasil produksi telah mampu dipasarkan ke luar negeri, juga telah mampu mengangkat perekonomian masyarakat setempat.

Pemerintah, lanjutnya, telah melakukan berbagai hal guna peningkatan kapasitas pengrajin. Selain itu, pemerintah juga mendukung pendanaan modal serta memfasilitasi pemasaran hasil produksi.

“Pemasaran terus dilakuka,  hingga kini produk anyaman tikar pandan ini diminati baik dari luar daerah dan dan luar negeri,” ujarnya.

Sementara Marlina Muzakir Manaf pada kesempatan itu mengutarakan, Gampong Alu Muka Dua O adalah desa penghasil tikar anyaman pandan terbaik dan terkenal dengan motif serta corak khas Aceh. Hal itu, kata istri wakil gubernur ini yang membuat dirinya sangat ingin berkunjung untuk melihat langsung produksi dua kelompok perajin  tikar anyaman pandan tersebut.

“Ini adalah produk berkualitas dan dapat dibanggakan, ” ujar Marlina.

Sementara Sekretaris Desa Alue Dua Muka O, Azhari mengatakan, produksi tikar anyaman pandan itu telah berlangsung lama di daerahnya. Menurut Azhari, selain terdapat para pengrajin, bahan baku juga masih tersedia dan mudah didapat. Ia berharap, agar ada dukungan secara berkelanjutan dari pemerintah untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha rakyat dimaksud.

Salah satu pengrajin, Maulina, kepada media ini menuturkan, selain membuat tikar, para pengrajin yang tergabung dal dua kelompok itu juga mampu memproduksi dompet, tas, bok tisu, vas bung, bok pulpen dan lain-lain dari bahan baku pandan laut. Semua hasil kerajinan itu, kata dia, diproduksi dengan menggunakan motif dan corak khas Aceh.

“Semua produk rumah tangga baik untuk pesta adat istiadat Aceh ini didesain dengan cara dianyam. Motif dan corak Aceh menjadi nilai tambah penjualan, ” terang Maulina.

“Selama ini produk anyaman telah diminati dipasrkan baik ke luar daerah sepert Bali, Medan dan ke luar negeri seperti  Cina, Jepang dan beberapa negara lain . Bahan baku masih mudah didapatkan di daerah sini. Kendalanya hanya pada kesulitan bahan pewarna dan modal pendukung produksi,” ujar Maulina lagi.

Ia menambahkan, keberhasilan pemasaran produk anyaman pandan ini ke luar negeri, tidak terlepas dari binaan dan dukungan Dekranasda Aceh Timur melalui berbagai even pameran dan promosi. (Mus/al1)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *