Berita PilihanEkonomiHeadline News

Pererat Hubungan Bilateral, Jokowi Kunjungi Timur Tengah

IMG_20150911_124307_edit1Aceh Besar – Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo beserta rombongan akan bertolak ke Timur Tengah untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke tiga negara, yaitu Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab (PEA), dan Qatar. Sebelum meninggalkan tanah air, Presiden menyempatkan diri untuk singgah ke Aceh dan melaksanakan Shalat Jum’at, di Komplek Lanud SIM, (Jum’at, 11/9/2015).

Kunjungan kenegaraan ini bertujuan mempererat hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah, terutama di bidang kerjasama ekonomi, ketahanan energi, perlindungan WNI, dan kerjasama di bidang industri strategis.

Dalam kunjungan di tiga negara tersebut, Presiden akan melakukan pertemuan bilateral dengan Raja Salman bin Abdul Azis di Jeddah, Arab Saudi; dengan Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota PEA, di Abu Dhabi, PEA; dan dengan Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, Emir Negara Qatar, di Doha, Qatar.

Sebagaimana diketahui, Arab Saudi merupakan mitra dagang terbesar RI di kawasan Timur Tengah. PEA merupakan tujuan utama ekspor Indonesia ke Timur Tengah. Sedangkan Qatar merupakan penyumbang investasi terbesar, termasuk investasi portofolio, dari Negara Timur Tengah ke Indonesia secara kumulatif.

Sebagai mitra kerjasama ekonomi yang penting di kawasan, kunjungan ini diharapan dapat membuka akses yang lebih besar bagi produk Indonesia di pasar Timur Tengah, termasuk untuk produk halal.

Kunjungan ini juga dimaksudkan untuk mendorong investor dari tiga negara tersebut agar melakukan investasi langsung di Indonesia, khususnya di bidang infrastruktur, maritim, dan energi.

Disamping itu, semakin berkembangnya industri strategis pertahanan Indonesia telah mendapat perhatian khusus dari negara-negara tersebut. Dalam kunjungan ini, Presiden RI juga akan terus mendorong kemitraan dan kerjasama di sektor industri strategis termasuk rencana pembelian beberapa produk alutsista Indonesia.

Di bidang kerjasama ketahanan energi, tiga negara tersebut memproduksi 24 persen kebutuhan minyak dunia, memiliki 30 persen dari total cadangan minyak dunia dan 18 persen cadangan gas dunia.

Oleh karenanya, kunjungan ini juga akan difokuskan untuk memperkuat kemitraan Indonesia dengan tiga negara di Timur Tengah tersebut di bidang energi, guna mendukung ketahanan energi Indonesia.

Jumlah WNI di tiga negara tersebut mencapai lebih dari 1,4 juta orang. Sebagian besar merupakan tenaga kerja di sektor informal yang memberikan kontribusi besar, tidak saja kepada perekonomian ketiga negara tersebut, namun juga bagi Indonesia. Oleh karena itu, isu perlindungan WNI juga akan mendapat fokus dalam kunjungan kenegaraan ini.

Pemerintah Indonesia akan mendorong agar pemerintah di tiga negara Timur Tengah tersebut untuk terus memberikan perhatian dan perlindungan bagi WNI dan Pekerja Indonesia di negara-negara tersebut.

Selain itu, kerjasama dengan Negara-Negara Teluk seperti Arab Saudi, PEA, dan Qatar juga akan ditingkatkan melalui kerjasama strategis antara Indonesia dan Gulf Cooperation Council (GCC). Untuk itu, Presiden Jokowi dijadwalkan akan menerima kunjungan kehormatan dari Sekjen Gulf Cooperation Council (GCC), disamping menerima kunjungan kehormatan Presiden Islamic Development Bank, di Jeddah, Arab Saudi.

Tandatangani Sejumlah Kesepakatan

Menurut rencana, dalam kunjungan ini akan ditandatangani sejumlah kesepakatan, antara lain:

1. Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik, Dinas, dan Khusus antara Indonesia dan Qatar

2. Perjanjian Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang antara Indonesia dan PEA; dan

3. Deklarasi Kehendak Pembentukan Kerjasama Strategis antara Indonesia dan Gulf Cooperation Council.

Selain itu, beberapa perusahaan Indonesia juga akan melakukan kesepakatan kerjasama dengan mitranya di tiga negara tersebut. Perusahaan Indonesia yang akan melakukan kesepakatan tersebut antara lain, PT. Pindad, PT. Dirgantara Indonesia dan PT. PAL. Selain itu juga rencana investasi dari Lulu Hypermarket di Indonesia.

Nilai perdagangan Indonesia dan Arab Saudi pada tahun 2014 mencapai US$ 8,6 miliar dengan nilai investasi di Indonesia mencapai US$ 29,3 jut. (Arunda)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *