Berita PilihanHidup Sehat

NU Aceh Timur: Vaksin Polio belum Halal

Aceh Timur –  PW Nahdhatul Ulama Aceh Timur bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI melakukan sosialisasi dan Advokasi Imunisasi Pentavalen melalui peran Ulama di Kabupaten Aceh Timur, Minggu (13/09/15).

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Aula Serba Guna Aceh Timur ini dihadiri  oleh sejumlah pejabat Kemenkes RI seperti Hakimi SKM MSc dan Muhani SKM MKes, Tgk H Muhammad Hatta LC MEd selaku Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh, para pengurus PWNU Aceh Timur, mahasiswa dan masyarakat.

Dalam acara tersebut dibahas mengenai pentingnya imunisasi bagi anak-anak usia dini dalam menjaga kekebalan tubuh untuk terhindar dari segala  penyakit seperti campak, TBC, literi, polio, tetanus dan lain-lain yang disampakaikan oleh Hakimi dari Kemenkes RI selaku pemateri.

Para ulama, tokoh agama serta masyarakat Aceh Timur sempat mempertanyakan terkait halal tidaknya bahan yang digunakan untuk membuat Vaksin Polio yakni virus yang diambil dari penderita polio lalu dikembangkan media ginjal Kera berekor panjang, kemudian dipisahkan lagi dengan menggunakan tripsin atau janin Babi.

Menurut Muhammad Hatta yang menjadi salah satu pemateri, MPU Aceh telah memutuskan vaksin polio dibolehkan akan tetapi bahan untuk membuat vaksin itu harus suci dan terhindar dari bahan-bahan yang diharamkan dalam agama, dan dapat digunakan pada saat darurat.

Sementara Tgk Akli Zikrullah SAg MH selaku Ketua NU Aceh Timur mengatakan vaksin polio yang ada saat ini belumlah halal, namun bisa digunakan pada saat darurat. “Bisa digunakan tapi NU belum menyimpulkan bahwa itu halal,” ungkapnya.

Ketua panitia Tgk Safwan ABA Amini SAg MH mengungkapkan, dalam acara ini pihaknya juga ikut mengundang elemen masyarakat lainnya seperti GP Ansor, Ikatan Bidan Indonesia dan pimpinan dayah se-Aceh Timur sehingga sosialiasi imunisasi ini dapat terserap ke semua lapisan masyarakat. “Kita harapkan dengan program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memberi imuniasasi kepada anak-anaknya,” pungkasnya. (Mus/al3)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *