Lampu ChuBanda Aceh – “Chu”, sejenis kerang bercangkang runcing yang banyak hidup di perairan payau Aceh, biasanya dimasak bersama salah satu kuliner khas Aceh,  kuah Pliek U.

Namun di tangan anak-anak muda kreatif yang tergabung dalam komunitas Aneuk Badunk Aceh, cangkang Chu yang biasanya dibuang begitu saja, ‘disulap’ menjadi sebuah karya seni yang bernilai tinggi.

Salah satunya dijadikan sebagai ornamen lampu hias, seperti yang dipajang di stand Komunitas Aneuk Badunk Aceh di arena pameran Piasan Seni Banda Aceh 2015 di Taman Sari, Rabu (16/9/2015).

Lampu hias tersebut didesain dengan bahan dasar cangkang Chu yang dipadu dengan resin dan triplek sehingga tampak begitu mempesona.

Med (28), sang pencetus ide kreatif tersebut menuturkann ide membuat lampu hias dari cangkang Chu itu terlintas di pikirannya saat makan kuah Pliek U bersama kawan-kawan sekomunitas.

Sebelumnya, ia juga telah membuat beberapa hasil karya lain dari bahan bekas seperti mancis (korek api) plastik yang disulap menjadi robot mini serta tempat tisu dari cangkang telur ayam.

Karya-karya Med dan kawan-kawan tersebut dipamerkan di stand Komunitas Aneuk Badunk Aceh hingga malam penutupan Piasan Seni Banda Aceh 2015 pada Rabu malam nanti. (Ndar)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *