Berita PilihanSigom Atjeh

LSM Kritisi Sejumlah Proyek di Aceh Timur

Aceh Timur – LSM  Komunitas Aneuk Nanggroe (KANA), Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), dan LSM Acheh Future  merencanakan akan berkoalisi dengan beberapa lembaga lainnya untuk mengkritisi sejumlah proyek bermasalah di Aceh Timur.

Hal itu diungkapkan Muzakkir selaku Ketua LSM KANA saat melakukan pertemuan dengan beberapa lembaga di sebuah café di Aceh Timur, Rabu (16/9/2015).

Menurutnya, beberapa proyek di Aceh Timur yang diduga bermasalah itu termasuk pengerjaan Gedung Idi sport Center (ISC) dan lapangan rumput sebagai lokasi upacara di Pusat Pemerintahan Aceh Timur.

“Aset fisik peninggagalan PORA, proyek pembangunan jalan Seumeunah Jaya-Alue Lhok, Bendungan di Simpang Ulim serta beberapa proyek lainnya juga diduga kuat bermasalah di tahun 2013-2014,“ ungkap Muzakkir.

Basri, Ketua YARA Aceh Timur menambahkan, banyak bangunan milik daerah yang terbengkalai seperti Terminal Julok, Terminal Peureulak , dan proyek PDAM. “Kami juga mendapati beberapa proyek yang tidak menaruh plang nama sehingga patut dipertanyakan kepada dinas terkait. Bahkan ada beberapa proyek yang terindikasi mark up dalam pengerjaannya.”

Hal senada diungkapkan Razali Yusuf Ketua LSM Acheh Furure. Pemkab Aceh Timur, katanya, kurang mempublikasikan data-data kemajuan pemerintah, termasuk data sengketa lahan antara masyarakat dengan perusahaan rekanan Dinas Perkebunan Aceh Timur.

“Hal ini bertentangan dengan amanah UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Seharusnya pemerintah mempublikasikan data tentang kemajuan daerah baik di bidang proyek maupun sengketa lahan. Isu soal penyelewengan penyaluran pupuk bersubsudi juga perlu diperjelas oleh pemerintah,” tegas Razali Yusuf. (Mus/al3)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *