Berita PilihanRampoe

Pemko Banda Aceh Didesak Bebaskan Lahan Situs Kapal KPLP

(Foto: pungeblangcut.wordpress.com)

(Foto: pungeblangcut.wordpress.com)

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh didesak untuk menganggarkan dana pembebasan lahan situs peninggalan tsunami Kapal Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP), dan menjadikannya sebagai objek wisata sama halnya dengan Kapal PLTD Apung.

Hal tersebut diungkapkan oleh anggota DPRK Banda Aceh Ramza Harli SE pada rapat paripurna dengan agenda penyampaian usul, saran dan pendapat akhir fraksi terhadap Rancangan Qanun APBK-Perubahan 2015 yang berlangsung di ruang Paripurna gedung DPRK Banda Aceh Selasa (06/10/2015).

Ramza mengatakan, Kapal KPLP yang terletak di Gampong Punge Blang Cut itu kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. “Bahkan sebelumnya kapal tersebut ingin dimusnahkan oleh pihak Adminuitrasi Pelayaran (Adpel) Malahayati namun warga setempat bersikeras mempertahankannya.”

Ramza juga mengatakan, hingga saat ini tanah tempat kapal tersebut berada belum diganti rugi oleh pihak pemerintah sehingga pihak pemilik tanah tidak bisa menggunakan tanah itu untuk keperluan pribadinya.

Untuk itu, ia meminta kepada Pemko Banda Aceh untuk menganggarkan dana pembebasan tanah tersebut, sehingga menjadi aset daerah untuk dijadikan objek wisata situs tsunami. “Sama halnya dengan Kapal PLTD Apung yang juga terletak di Punge Blang Cut, dan itu bisa menambah PAD Kota Banda Aceh,” katanya. (Ndar/al3)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *