Berita PilihanRampoe

Situs Tsunami Kapal KPLP Butuh Perhatian Pemerintah

Kapal KPLPBanda Aceh – Kondisi dua unit Kapal Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) milik Adminitrasi Pelayaran (ADPEL) Pelabuhan Malahayati yang dibawa arus gelombang tsunami di Gampong Punge Blang Cut sangat memprihatinkan. Selama ini, saksi bisu tsunami 2004 tersebut hanya dijaga dan dirawat seadanya oleh warga setempat.

Ketua Pemuda Gampong Punge Blang Cut Mahdi, mengatakan Kapal KPLP KN328 yang berukuran 25×8 meter dan Kapal KPLP KN430 berukuran 15×5 meter hingga kini belum mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Banda Aceh. “Saya sangat prihatin, karena keberadaan kapal tersebut tidak terurus dengan baik.”

Meskipun demikian, katanya, banyak wisatawan yang mengunjungi kapal tersebut terutama dari luar negeri meskipun belum ditetapkan sebagai objek wisata oleh pihak pemerintah. “Masyarakat kita sendiri mungkin banyak yang tidak tahu keberadaan kapal ini, padahal ini aset yang tak ternilai harganya.”

Mahdi juga menceritakan, sebelumnya pihak Adpel Pelabuhan Malahayati pernah ingin memusnahkan kapal tersebut dengan cara memotong, akan tetapi pihak warga bersikeras mempertahankannya. “Warga sampai melakukan penjagaan sampai malam hari agar kapal tersebut tidak dimusnahkan,” kenang Cut Mahdi.

Ia menambahkan, warga pernah pula berencana untuk menggeser posisi kedua kapal dari posisi terdampar semula dengan alasan karena posisinya yang berada di atas badan jalan. “Namun warga khawatir akan berubah nilai sejarah nanti. Oleh karena itu keberadaan kapal tersebut dibiarkan dengan bentuk aslinya.”

Mahdi pun sangat berharap Pemerintah Kota terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh menjadikan kedua kapal itu sebagai objek wisata tsunami sama halnya dengan Kapal PLTD Apung dan Kapal di Atas Rumah di Lampulo. “Karena itu bisa menjadi aset pemerintah dan menambah PAD serta juga bisa menambah pendapatan warga,” pungkasnya. (Ndar/al3)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *