Berita PilihanHeadline NewsNasional

Gubernur: Jangan Lupa Belanja Buah Tangan dari Aceh

TTGBanda Aceh – Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah berharap agar seluruh peserta PIN Desa dan TTG XVII yang dari seluruh Indonesia untuk tidak lupa berbelanja buah tangan atau oleh-oleh khas Aceh, sebelum kembali ke daerah masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh pada penutupan Pekan Inovasi (PIN) Perkembangan Desa/Kelurahan Nasional I dan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XVII Tahun 2015, yang dipusatkan di halaman depan Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, (Senin, 12/10/2015).

“Bawalah kenangan manis dari Aceh, seperti berbelanja ‘Buah Tangan’ khas Serambi Mekkah, dan tinggalkan kesan kurang manis buat kami, sebagai bahan koreksi pada event-event Nasional berikutnya,” pesan Gubernur kepada seluruh tamu yang berasal dari seluruh Nusantara itu.

Pada kesempatan  tersebut, Gubernur Aceh yang akrab disapa dengan panggilan Doto Zaini itu tak segan-segan melancarkan autokritik terkait dengan sejumlah kendala yang terjadi selama even nasional itu berlangsung.

“Sebagai tuan rumah yang belum banyak pengalaman dalam mengelola event nasional dalam skala yang besar, tentu ada kealpaan ataupun kekurangan di sana sini. Untuk itu, kami mohon maaf atas semua itu,” ujar Doto.

Mudah-mudahan, lanjut Doto, kekurangan ini semakin mendorong kita untuk saling berbagi, sehingga proses transformasi ilmu tetap berjalan secara berkesinambungan. Insya Allah kami akan terus berbenah, sehingga pada event nasional berikutnya kami lebih siap dan mampu memberikan yang terbaik kepada semua peserta.”

Disisi lain, gubernur juga menyampaikan, bahwa tiga sasaran utama kegiatan tersebut dapat tercapai, yaitu meningkatnya akses masyarakat dalam memperoleh informasi pembangunan dan pemberdayaan desa, berbagi pengalaman dalam mengelola potensi desa, dan Mendorong kinerja pengelolaan masyarakat desa.

Pria yang akrab disapa Doto Zaini itu menekankan, beberapa hal yang saat ini dibutuhkan adalah sebuah langkah nyata untuk menerapkan dan mengembangkan pengetahuan di daerah masing-masing.

“Mudah-mudahan PIN Desa/Kelurahan dan Gelar TTG ini mendorong kita semakin bersemangat membangun desa dengan penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan produksi dan produktivitas di berbagai bidang.”

Dalam kesempatan tersebut, Doto Zaini juga menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih kepada seluruh peserta dan undangan yang telah menyemarakkan Aceh dengan berpartisipasi dalam event PIN Desa/Kelurahan dan Gelar TTG XVII.

“Tanpa partisipasi Bapak/Ibu sekalian, kegiatan ini tidak akan bisa sukses seperti sekarang ini. Karena itu kami berharap silaturrahmi yang telah kita bangun di forum ini bisa kita tingkatkan di masa-masa mendatang, sehingga semangat membangun persaudaraan dan berbagi pengalaman akan tetap berlanjut.”

Aceh Aman, Nyaman dan Terbuka

Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga menambahkan, bahwa kegiatan PIN Desa dan Gelar TTG yang berlangsung selama seminggu (8-12/Oktober) ini, tidak hanya memberi pengalaman dan pembelajaran baru kepada seluruh peserta dan para pengunjung.

“lebih dari itu, kami juga berkesempatan memperkenalkan sekilas wajah Aceh kepada Bapak/Ibu para peserta dari seluruh nusantara, yaitu Aceh yang damai, Aceh yang nyaman dan Aceh yang terbuka kepada dunia luar” ujar Gubernur disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Kalau saja ada waktu lebih panjang, lanjut Gubernur, kami pasti akan menunjukkan betapa Indahnya kehidupan di Aceh saat ini. Karena itu kami optimis kalau Aceh akan terus berbenah diri untuk menjadi kawasan yang menjanjikan berbagai aktivitas, baik itu untuk ekonomi, pariwisata dan tujuan investasi masa depan.

Untuk itu Gubernur berharap para peserta berkenan mengabarkan tentang kondisi Aceh ini kepada semua orang, sehingga daya tarik Aceh semakin meluas dan investasi semakin berkembang di daerah ini.

“Sudah menjadi tekad kami untuk membawa Aceh menjadi kawasan yang memiliki kontribusi besar bagi pembangunan di Indonesia,” tegas Doto Zaini.

Lima Agenda Utama PIN dan TTG XVII

Untuk diketahui bersama, setidaknya ada lima kegiatan utama yang diselenggarakan selama pelaksanaan PIN Desa dan Gelar TTG di Aceh, yaitu Pameran PIN Desa dan TTG yang dilaksanakan mulai tanggal 8 sampai 12 Oktober 2015.

Selanjutnya, Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TTG yang menghasilkan beberapa rekomendasi dalam rangka pengembangan dan pendayagunaan teknologi di berbagai wilayah di Indonesia. Rakornas itu juga memutuskan tuan rumah pelaksanaan  Gelar TTG Nasional ke-18 tahun depan adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Acara yang tidak kalah penting adalah pelaksanaan Lokakarya PIN Desa Nasional. Kegiatan ini bertujuan untuk meletakkan pondasi awal konsep dan program dalam membangun Desa. Acara lainnya adalah penilaian terhadap TTG Unggulan dan stand pameran terbaik Nasional dan terbaik Se-Aceh. Terakhir adalah kegiatan Widyawisata yang dilaksanakan dengan mengunjungi sejumlah objek wisata yang ada di Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang.

Secara umum, keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik. Sebagai tuan rumah, Aceh tentu saja mendapatkan banyak manfaat selama pelaksanaan kegiatan ini. Sebanyak 10 ribu orang peserta dari luar Aceh hadir dan menyemarakkan 313 stan yang tersedia.

“Kepada para peserta yang berhasil meraih penghargaan dalam berbagai kategori, kami ucapkan selamat. Semoga penghargaan ini menjadi cambuk untuk berbenah agar cita-cita kita mensukseskan Program Nawa Cita butir ketiga, yaitu membangun Indonesia dan wilayah desa, bisa tercapai.”

Jumlah kunjungan selama seminggu pelaksanaan PIN Desa dan TTG XVII digelar, diperkirakan mencapai 80 ribu orang, hal ini tentu saja mendorong peningkatan transaksi ekonomi di berbagai sektor.

“Selamat Jalan kepada seluruh peserta yang akan kembali ke daerahnya masing-masing. Semoga selamat kembali ke tujuan, dan Insya Allah kita bertemu lagi pada PIN Desa yang Kedua dan Gelar TTG ke-18 tahun depan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Acara diakhiri dengan seremonial pemukulan Tambo oleh Gubernur Aceh, didampingi oleh perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri dan dari Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi.

Investigasi Event Organizer

Sementara itu, Asisten II Setda Aceh Azhari SE, dalam sambutannya mewakili Sekda Aceh, menegaskan perlu dilakukan investigasi terhadap kinerja Event Organizer (EO) PIN Desa/Kelurahan dan Gelar TTG XVII, yang dinilai banyak pihak, terdapat sejumlah kejanggalan, seperti fasiltas WC yang kurang memadai, dan tidak ada fasilitas media center yang pernah dijanjikan kepada awak media massa.

“Kami tidak memahami cara kerja pihak EO karena tiga hari sebelum acara dimulai,  pengambil keputusan EO telah kembali ke Jakarta, dan Manajer Operasioalnya meninggalkan lokasi sehari setelah pembukaan berlangsung,” kata Azhari dengan nada heran.

Menurut Azhari, tindakan tersebut membuat Pemerintah Aceh kesulitan berkoordinasi dengan EO, Pemenang Tender, yakni PT Sigma Internusa. “Kita tak ingin gagal, maka hal-hal teknis yang tidak mereka kerjakan kami bereskan,” tegas Azhari lebih lanjut.

Lebih lanjut Azhari yang mewakili Sekda Aceh itu meminta agar Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), selaku leading sector kegiatan PIN Desa dan TTG Nasional XVII melakukan investigasi terhadap sejumlah kejanggalan yang tidak dipenuhi pihak EO.

“Bila terbukti mereka melanggar kesepakatan kontrak kerja, harus diberikan sanksi sesuai ketentuan yang ada,” tegas Asisten II itu lagi.

Sementara itu, menjawab wartawan tentang bentuk sanksi yang akan dijatuhkan terhadap EO, Azhari meminta agar menunggu hasil investigasi yang mungkin akan dilakukan pihak BPM Aceh, dengan pihak terkait lainnya.

“Kita lihat nanti, sanksi atau konsekuensi apa yang akan diberikan kepada pihak EO, semua tergantung hasil investigasi,” ujar Azhari diplomatis.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah unsur Forkopimda Aceh, Kapoda Aceh, Perwakilan pangdam Iskandar Muda, para Kepala SKPA, Para Bupati dan Wali Kota se-Indonesia dan seluruh peserta PIN dan TTG XVII. (Arunda)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *