Berita PilihanPendidikan

Pemuda Berperan Dalam Melestarikan Nilai-Nilai Moral dan Etika

Ramli Rasyid_editBanda Aceh – Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (KesbangpolLinmas) Kota Banda Aceh, Drs H Ramli Rasyid mengatakan, tak pelak lagi, generasi Aceh saat ini sedang mengalami suatu krisis secara fundamental dan menyeluruh. Banyak masalah yang sedang dihadapi Aceh saat ini yaitu berupa Ancaman, Hambatan, Tantangan dan Gangguan (AHTG) datang bertubi-tubi seperti darurat Aqidah, darurat etika/moral, darurat Akhlak, dan ancaman Narkotika serta kekerasan terhadap anak semakin meningkat.
“Nah, kondisi seperti ini bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari di mana generasi muda Aceh sebagai cikal bakal harapan masa depan, kian terjerumus pada kehancuran moral maupun etika,” kata Ramli kepada wartawan, Selasa (13/10/2015).
Hal itu diungkapkan Ramli untuk menanggapi berbagai persoalan pelanggar Syariat Islam dan kekerasan terhadap anak seperti pembunuhan dan pemerkosaan yang semakin meningkat terjadi di Aceh dalam satu tahun terakhir ini.
Menurut Ramli, kondisi seperti ini apabia dibiarkan, cepat atau lambat akan berdampak luas dalam kehidupan masa depan generasi muda.
“Kurangnya kesadaran untuk memahami budayanya sendiri akan berdampak besar, yakni hilangnya jati diri. Fenomena ini akan menjadi bahaya laten bagi kita semua,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, bahwa pemuda adalah harapan masa depan, calon pemimpin masa depan, dan di pundak generasi mudalah nasib suatu bangsa dipertaruhkan. Suatu daerah akan maju apabila generasi mudanya memiliki kualitas yang unggul dan semangat yang kuat untuk memajukan budaya daerah yang didasari dengan keimanan dan akhlak mulia, maka daerah akan berkembang atau bangsa itu akan besar.
Sesungguhnya masa muda adalah masa kekuatan atau masa keemasan. Namun saat ini dapat dilihat betapa lemahnya peran pemuda dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah masing masing. Bahkan tidak sedikit diantara mareka yang mengesumsi Narkoba.
“Di sini bisa kita lihat, akibat kurangnya aqidah, kurangnya moral dan akhlak serta kurang dekat dengan keluarga, maka mareka lebih suka mengikuti budaya modern yang kebarat-baratan dari pada budaya daerah kita yang lebih beradat dan beradab,” Ramli yang juga Ketua PGRI Aceh.
Krisis moral kata Ramli, sangat berpengaruh terhadap perkembangan Aceh kedepannya, Namun  saat sekarang kondisi ini malah terkesan dikesampingkan oleh pemerintahan maupun orang tua.
Apabila hal itu tidak secepatnya dicari solusi oleh pemerintah ataupun orang tua, dikhawatirkan nanti akan berakibat buruk bagi generasi muda Aceh. Pemuda Aceh akan semakin terpuruk dan akan dipandang rendah oleh orang lain.
“Karena dari generasi penerusnya saja sudah tidak bermoral,” katanya.
Karena hal yang paling penting adalah memperhatikan dan kita membina generasi muda dengan baik, karena merekalah yang akan meneruskan cita-cita dan perjuangan bangsa ini menjadi lebih baik dan berwibawa kedepannya nanti.
“Jadi hal yang harus dibangun bangsa ini tidak hanya bangunan yang menjulang tinggi ataupun pabrik-pabrik saja, akan tetapi kehidupan moral dan etika generasi bangsa juga harus kita bangun,” katanya.
Karena bagaimana bangsa ini akan maju dan berkembang ataupun bagaimana bangsa ini akan menjadi bangsa yang dihargai oleh bangsa lainya dan menjadi bangsa yang berwibawa sedangkan moral dan etika generasi bangsa kita sendiri ini jelek atau luntur dari nilai-nilai agama dan etika bangsa ini.
Lihat saja, sudah lama Aceh menerapkan Syariat Islam, namun sayangnya banyak generasi muda belum paham. Buktinya tak sedikit para pemuda-pemudi yang melanggar aturan agama seperti halnya menjual dan meminum minuman keras, mengesumsi Narkoba, berjudi, tawuran, berkelahi dan bahkan saling menyakiti antara satu dengan yang lainya seperti memerkosa.
Moral dan Etika itu penting
Menurut Ramli kondisi ini sungguh memperihatinkan, seharusnya generasi muda Aceh ini berbondong-bondong melakukan hal kebaikan dan bersatu padu membangun daerah ini. Tetapi justru malah ikut berperan menambah masalah baru bagi pemerintah dan orang tua mareka.
“Sungguh ini akan menjadi PR besar bagi kita selaku orang tua dan bagi pemerintah untuk mengatasi krisis moral dan etika generasi penerus bangsa ini,” ujarnya.
Ditegaskan Ramli, etika sangat penting karena tanpa etika manusia akan seperti binatang. Oleh karena itu dengan etika manusia bisa dihargai dan dihormati oleh orang lain disekelilingnya. Begitu juga dengan moral, manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya.
Sehingga moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia. “Jadi Moral adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi,” kata Ramli menjelaskan.
Moral adalah nilai ke-absolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. Terlebih lagi para generasi muda masa kini harus memiliki etika yang baik agar bangsa ini lebih berwibawa karena bagaimanapun merekalah yang akan membawa bangsa ini dan menjungjung cita-cita bangsa ini. (Arunda)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *