AgamaBerita Pilihan

Mualem: Perkuat Islam yang Berazaskan Aswaja

Aceh Jaya – Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengajak ulama dan masyarakat Aceh bersatu membangun Aceh serta memperkuat agama Islam yang berasaskan Ahlussunah Waljamaah (Aswaja), sebagaimana yang diajarkan para alim-ulama Aceh terdahulu.

Hal ini disampaikan Mualem -sapaan akrab Muzakir Manaf pada acara haul (Alm) Tgk H Ibrahim bin Ishaq (Abu Budi) di Dayah Bahrul Ulum Diniyah Islamiah (Dayah Budi), Gampong Janguet, Jaya, Aceh Jaya, Minggu (18/10/2015).

Pada kesempatan tersebut Mualem sempat bernostalgia dan menceritakan pengalamannya bersentuhan dengan nilai-nilai ke-Islaman-an yang melandasi semangat spiritual Aswaja. Di hadapan ratusan alumni dan santri Dayah Budi Lamno, Mualem mengaku mendapat pembelajaran tentang nilai-nilai ke-Aswaja-an langsung dari Paduka Yang Mulia Hasan Tiro, di sela-sela kesibukannya berlatih kemiliteran di Libya.

“Wali Nanggroe Aceh (Alm) Tgk H Hasan di Tiro semasa hidupnya berpesan agar Islam di Aceh tidak dicampur aduk, untuk marilah kita jaga amanah ini,” tegas Muallem

“Ahlisunnah Waljamaah ternyata sudah lama berkembang di Aceh, maka pada momentum 1 Huharram 1437 H tahun ini kita bangun spirit kebersamaan dan bersama bersama mempertahankan apa yang sudah diwariskan oleh ulama Aceh kepada kita semua,” ujarnya.

Wagub Muzakir memuji dedikasi Abu Budi sebagai guru dan sekaligus pimpinan Dayah Budi ini. Menurutnya, Dayah Budi patut menjadi contoh untuk dayah-dayah yang lain di Aceh sehingga nantinya dapat menghasilkan kader kader sekaliber Abu Budi, yang tidak silau dengan tahta dan harta.

“Abu Budi, meski hidupnya sederhana namun sangat dihormati dan disegani oleh masyarakat,” pungkas Mualem, setelah sebelumnya mendengar dengan cermat paparan outobiografi Abu Budi yang dibacakan oleh Tgk Atlibas dengan penuh haru.

Sementara itu, Pimpinan Dayah Budi, Abah Asnawi mengatakan Dayah Budi pernah porak-poranda akibat tsunami 2004 sehingga kegiatan belajar mengajar sempat terhenti, gedung dan aset-aset lainnya musnah. “Tapi, Alhamdulillah, Dayah Budi kami bangun kembali dan proses belajar-mengajar bisa diteruskan meski dalam kondisi serba kekurangan.”

” Untuk itu, kami meminta wakil gubernur  manaruh perhatian  terhadap Dayah Budi yang masih sangat membutuhkan bantuan,” ujar Abah Asnawi

Sementara itu, Sekjen Huda, Tu Bulqaini mengajak para alumni dayah dari manapun untuk bersatu, tidak berkelompok-kelompok supaya dapat menguatkan barisan Ahlul Sunnah Waljamah di Aceh. “Walaupun kita berbeda tempat menuntut ilmu namun kita sama-sama diwariskan nilai-nilai ke-Islam-an yang sama,” katanya.

Turut hadir pada acara tersebut antara lain Wakil Bupati Aceh Jaya Tgk Maulidi, Walid Nuruzzahzi (Waled Nu), Tgk Bulqaini serta sejumlah tokoh masyarakat Aceh Jaya. (Sp/al3)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *