Atjeh HijauBerita PilihanHeadline News

Buka Festival Krueng Aceh, Aminullah Ajak Masyarakat Lestarikan Krueng Aceh

Banda Aceh – Festival Krueng Aceh sebagai salah satu rangkaian Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 resmi dimulai hari ini Senin (13/8/2018) hingga Selasa (14/8) besok. Pembukaannya ditandai dengan pelepasan parade perahu hias oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah.

Parade menyusuri Krueng Aceh mulai dari Jembatan Peunayong hingga Jembatan Pante Pirak ini diikuti oleh 22 perahu yang dihias dengan beragam tema. Ada yang tampil bak Kapal Perang Laksamana Hayati, KRI Cut Nyak Dhien, bertema Rumoh Aceh dan ragam keunebah endatu lainnya.

Amatan di lokasi, parade perahu hias ini disambut antusias oleh warga Banda Aceh dan juga para wisatawan. Mereka terlihat berjejer di bantaran Krueng Aceh di sepanjang rute yang dilalui peserta. Sejumlah aksi teatrikal yang ditampilkan oleh peserta parade semakin menyemarakkan suasana.

Wali Kota Aminullah mengatakan kegiatan yang diinisiasi oleh Disbudpar Aceh ini menjadi hiburan yang sangat menarik bagi masyarakat serta para wisatawan yang hadir ke Banda Aceh selama berlangsungnya PKA.

“Kami berharap kegiatan festival ini dapat menjadi perhelatan tahunan sehingga semakin menarik minat para wisatawan lokal maupun mancanegara yang pada akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Banda Aceh,” katanya sebelum melepas bendera start bersama perwakilan Pangdam IM dan Plt Kadisbudpar Aceh.

Aminullah juga mengupas sekilas mengenai sejarah kegemilangan Krueng Aceh pada masa Kesultanan Aceh dulu. “Pada zaman kegemilangan Aceh, Krueng Aceh merupakan jalur bebas hambatan untuk masuknya kapal-kapal perdagangan dari mancanegara.”

“Keberadaan Krueng Aceh pada zaman Kesultanan Aceh Darussalam, memiliki nilai yang sangat strategis dalam menumbuh-kembangkan Kuta Raja (sebutan Banda Aceh tempo dulu) sebagai ibukota Kesultanan Aceh yang kosmopolit,” katanya.

Aminullah pun mengimbau agar masyarakat dan segenap elemen kota lainnya untuk senantiasa menjaga kebersihan Krueng Aceh yang mempunyai peranan penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari. “Dengan menjaga kondisi Krueng Aceh tetap lestari diharapkan akan mampu mencegah menguapnya identitas sejarah kota ini dalam perjalanan modernisasi,” katanya lagi.

Selain parade perahu hias, Festival Krueng Aceh juga akan dimeriahkan dengan panggung seni dan budaya, lomba masak Aceh, lomba mewarnai, lomba foto “warna-warni Krueng Aceh,dan seribu cangkir kopi gratis bagi para pengunjung. (Nur/Mo)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *