Berita PilihanHeadline NewsSigom Atjeh

HIMAPAS: Batalkan Rp 9,8 M APBA untuk KNPI

Banda Aceh – Alokasi APBA 2018 sebesar Rp 9,8 miliar untuk pelaksanaan Kongres Komite Nasional Pemuda Indonesia di Aceh menuai protes. Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Aceh Singkil (Himapas) meminta pemerintah Aceh membatalkan dana untuk hajatan KNPI tersebut.

Sekjen Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Aceh Singkil (Himapas) Zazang, kepada media Jum’at (07/09/2018) menyampaikan, alokasi anggaran untuk kongres KNPI sebesar 9,8 M dari APBA merupakan tamparan besar bagi pemuda di Aceh. Pasalnya, kata dia, di saat kondisi pembangunan dan ekonomi Aceh kian memprihatinkan, KNPI justeru mempertontonkan sikap yang tak elok kepada masyarakat Aceh.

Pihaknya, tutur Zazang, mendesak pemerintah Aceh untuk membatalkan alokasi anggaran 9,8 M untuk Kongres KNPI. ” Uang 9,8 M itu dibatalkan saja dan dievaluasi kembali agar dipergunakan untuk hal-hal yang manfaatnya lebih dirasakan oleh rakyat khususnya kalangan pemuda,” tegasnya.

HIMAPAS menuding, selama ini KNPI Aceh juga memonopoli peruntukan dana dari Pemerintah untuk pemuda. ” 9,8 M APBA hanya digunakan untuk kegiatan Kongres KNPI? Inikan semakin memperjelas bahwa selama ini anggaran kepemudaan di Aceh dimonopoli oleh sekelompok orang mengatasanamakan pemuda,” tudingnya.

Zazang menilai tindakan yang dilakukan KNPI Aceh tersebut sangat melukai hati masyarakat khususnya kalangan muda di Aceh. Ironisnya lagi, kata Zazang, lembaga ini tiap tahunnya menyedot milyaran rupiah dari APBA.

“Bahkan yang lebih membuat kita sedih untuk perjalanan dinasnya pengurus KNPI saja hampir sama dengan instansi pemerintahan. Seharusnya pemuda Aceh menjadi lokomotif perubahan bukan predator yang menghabiskan uang rakyat,” kata Zazang mengaku kesal.

Zazang menambahkan,  bahwa organisasi pemuda di Aceh itu bukan hanya KNPI dan pemuda Aceh itu tidak semuanya bagian dari KNPI.

“KNPI jangan jadi predator ulung yang memonopoli anggaran kepemudaan dan mengatasnamakan pemuda untuk menarik uang daerah sementara kegiatannya hanya seremonial belaka. Ini kan menyedihkan,” ujarnya.

 Zazang meyakini, menyikapi hal ini pihak KNPI lantas mau berbesar hati, lebih bijaksana dan lebih objektif. “Jangan sampai kesan dipublik, kehadiran KNPI hanya sebagai mesin penghisap duit APBA, sementara organisasi pemuda lainnya harus merangkak untuk melakukan pengkaderan dan pembinaan pemuda,” tandasnya.

Sebaaimana diketahui, Provinsi Aceh menjadi tuan rumah pelaksanaan Kongre XV Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang dilaksanakan pada 10 Oktober 2018. (Top)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *